Bangunan Kuno Korea

Hai, Nesi, bangunan kuno di Korea Selatan apa saja, sih?

Cindy Rafina

Hai, Cindy, apa kabar? Korea Selatan adalah negara yang sangat peduli dengan bangunan bersejarah. Ada banyak, loh, bangunan kuno di negara yang beribukota di Seoul. Beberapa di antara peninggalan itu dijadikan situs warisan dunia oleh UNESCO. Nah, ini dia bangunanya!

Bulguksa

Kuil

Kuil ini disebut juga kuil Patung Buddha. Foto: triptokorea

Bulguksa atau “Kuil Negeri Buddha” adalah kompleks kuil Buddha yang dibangun pada masa Silla Bersatu pada tahun 751 di kota Gyeongju.

Di kuil ini ada beberapa harta berharga milik Korea Selatan, seperti, Seokguram, kuil dalam gua dengan patung Buddha dan ukiran-ukiran dari granit yang sangat indah.

Selain itu ada, Pagoda Tabo dan Pagoda Seokga yang berarsitektur khas Silla, serta ruangan-ruangan kuil yang menjadi tempat ibadah.

Bulguksa dan Seokguram merupakan Situs Warisan Dunia yang didaftarkan oleh UNESCO pada tahun 1995.

Tripitaka Koreana dan Haeinsa

Kuil

Kuil haeinsa menyimpan kitab suci Tripataka. Foto:discoverkorea

Haeinsa adalah kuil Buddha. Kuil ini digunakan untuk menyimpan kitab suci Tripitaka Koreana. Pada tahun 802 M, kuil ini dibangun di puncak Gunung Gaya di propinsi Gyeongsang Selatan.

Tripitaka Koreana adalah kitab suci Buddha yang tersusun dari ukiran tulisan di blok-blok kayu, berjumlah 81.258 buah blok kayu yang tersusun rapi. Semua tulisannya diukir dalam aksara Cina (hanja).

Haeinsa menjadi daftar Warisan Dunia di UNESCO pada tahun 1995.

Kuil Jongmyo

Kuil

Bayangkan, kuil ini punya 19 kamar! Foto: wikipedia

Kuil Jongmyo yang terletak di ibukota Seoul dijadikan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1995. Kuil ini dibangun untuk menyimpan kenangan-kenangan anggota Dinasti Joseon.

Setiap tahun di bulan Mei diadakan upacara Jongmyo (Jongmyo Daeje) yang menampilkan upacara persembahan dan tarian. Kuil ini pertama kali dibangun tahun 1394 dan terbakar tahun 1592 ketika Jepang menyerang Korea.

Tahun 1608 Kuil Jongmyo dibangun kembali. Kuil ini berisi 19 buah tablet memorial para raja dan 30 tablet ratu yang ditempatkan di dalam 19 buah kamar.

Istana Changdeok

Istana Changdeok

Istana ini sempat hancur akibat serangan Jepang. Foto: multiply

Changdeokgung atau “Istana Kebajikan Mulia” dibangun tahun 1405 dan musnah dilalap api pada tahun 1592 akibat serangan Jepang. Istana dibangun kembali tahun 1609.

Selama lebih dari 300 tahun, Istana Changdeok adalah pusat kedudukan kerajaan. Istana Changdeok dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1997. (Kidnesia/berbagaisumber)

comments powered by Disqus