Gerobak Kecil

Titi dan Tobi mempunyai sebuah gerobak kecil. Gerobak itu bewarna merah, bisa dipakai untuk mengangkut apa saja. Kadang-kadang dipakai untuk membantu ayah bekerja, mengangkut batu kerikil, tanah ataupun pasir.

gerobak

Foto: deviantar

Selain itu, bisa juga dipakai untuk mengangkut mainan Titi dan Tobi dan yang paling menyenangkan adalah bisa dinaiki! Sekali-kali Titi dan Tobi pergi ke bukit, bermain dengan gerobak kecil itu di sana.

Sayangnya, Titi dan Tobi tidak pernah menyimpan gerobak itu dengan baik. Selalu, setelah puas bermain dengan gerobak, gerobak itu ditinggalkan begitu saja. Nah sekarang, gerobak kecil kesayangan itu hilang!

Tobi mencari gerobak itu di tumpukan pasir dan batu di halaman. Siapa tahu gerobak itu ada di situ. Sebab kemarin mereka menggunakan gerobak kecil itu untuk membantu Pak Kebun mengangkut tanah. Tetapi gerobak itu tidak ada di sana.

Titi mencari gerobak itu di antara tumpukan mainannya. Ah, di sini pun tidak ada juga. Lalu di mana?

Titi dan Todi bersama-sama mencari ke gudang. Mungkin ada di dekat sepeda. Wah, di gudang pun tak ada. Oh, di mana gerobak kecil kesayangan itu?

Tak seorang pun tahu di mana gerobak kecil merah itu berada. Teman-teman Titi dan Tobi yang biasa bermain dengan gerobak kecil itu juga ikut mencari, namun mereka tidak dapat menemukannya.

Ibu yang seringkali mengomel bila melihat Titi dan Tobi bermain gerobak pun ikut mencari. Tetapi tetap tak seorang pun dapat menemukan gerobak yang hilang itu.

“Itulah, sudah Ibu katakan, gerobak itu bisa hilang kalau tidak disimpan dengan baik,” kata Ibu.

gerobak

Ilustrasi; wordpress

“Dan sekarang gerobak itu benar-benar hilang…” keluh Titi dengan mata yang berlinang.

Ketika Titi sedang menangis, muncul Udi, anak Pak Kebun. Ia membawa sebuah gerobak kecil bewarna merah. Gerobak kecil itu mirip dengan gerobak milik Titi dan Tobi yang hilang.

 Udi tersenyum, lalu memberikan gerobak kecil itu, kepada Titi. Olala, gerobak yang dibawa Udi itu memang gerobak Titi dan Tobi! Alangkah senangnya Titi! Cepat-cepat ia menghapus airmatanya.

“Kemarin kulihat gerobak kecil itu menggelinding, menuruni bukit. Aku tahu gerobak itu milik kalian, karena itu kuambil. Tetapi karena hari sudah malam, aku tidak sempat langsung mengantarkannya. Pasti kalian sedang mencari-cari gerobak ini!” kata Udi.

“Oh, iya, iya! Terima kasih!” jawab Titi dan Tobi, serentak.

“Aku dan Tobi memang teledor. Seharusnya kami mendengar kata Ibu, supaya menyimpan semua barang dengan rapi…” kata Titi, selanjutnya.

“Aku berjanji akan menyimpan gerobak ini baik-baik, supaya ia tidak hilang lagi. Begitu kan, Ti?” Titi mengangguk. (SH)

Diambil dari Bobo no.I/Th. 1982

Logo Bobo
Komentar
    arivle rizqi
    10-02-2012 03:12
  • Cool Cool Cool
    Farhana MP
    4-02-2012 07:32
  • Amanat dari cerita ini : kita harus menjaga barang-barang milik kita, rawat dan simpanlah dengan baik Smile Wink Very Happy Razz
    lilo liris
    3-02-2012 06:03
  • Embarassed Sad Question Shocked

Comment n Share on your facebook

Selamat Jalan, Kakek
Karena Dua Dinar