Kiriman :
Score : 5
Beri Score :
Bunga Clara
“Clara, ayo cepat pulang!” ibu menyuruh Clara pulang.
“Iih, sebentar lagi juga aku pulang, buuu?!” jawabnya dengan suara yang amat keras.
Akhirnya, dia pulang juga. Tapi, sambil marah – marah. “Ibuuuu….ambilkan handuk, shampoo dan juga sabunku!” perintah Clara pada ibunya. Huuh, capek sekali aku. Dari tadi aku bulak – balik kesana kemari dari dapur ke halaman rumah, kata ibunya dalam hati.
“Ibuuuuu….cepat, dooong! Aku mau mandi,niiih. Gatal tahu!!!!” Clara membentak ibunya. Ibu Clara sediiiih sekali melihat perilaku anaknya seperti itu. Yang seharusnya semuanya melakukan sendiri, tapi dilakukan ibunya. Aneh, yaaaaa????
Sudah dua minggu kak Tyas tidak pulang dari Jepang. Ia bekerja sebagai penjual mie ayam khas Jepang yang didapat dari resep Alm. Ah thoonk.
Suatu hari, kak Tyas mengirim tanaman indah dari Jepang untuk kenang – kenangan karna ia tidak bisa pulang ke Indonesia. Karena uangnya belum cukup untuk pulang.
Beberapa jam kemudian, Clara menelpon kak Tyas, “Halo. Bisa bicara dengan kak Tyas? Ini aku, Clarabel Octariany,” katanya.
Tetapi, yang menjawab bukanlah kak Tyas, tetapi pembantunya. “Hello, saya pembantu bu Tyas, ada bunga Himawari untuk anda, Terimakasih.” Jawab pembantu itu sambil menutup teleponnya.
“Bunga Himawari? Apa itu?” Clara bertanya – Tanya pada hatinya.
Bunga pertama yang diberi oleh kak Tyas sudah besar. Tetapi, kak Tyas belum pulang walaupun sudah dua bulan. Apakah kakak meninggal? Ataukah kakak diculik? Clara bertanya dalam hati.
Tiba – tiba, “Surat surat, dari Tyas Octavianna,” pengantar surat datang membawa surat dan bungkusan kecil. Ia terima bungkusan itu dan dibukanya bungkusan itu.
Ternyata pupuk, sekop, pot bunga mini dan boneka Horta. Ia heran, mengapa bungkusannya selalu bibit bunga beserta peralatannya? Padahal, Clara tidak suka beres beres atau berkebun.
Lalu, Clara menanamnya sendiri. Ternyata, Clara lupa belum membaca suratnya. Dan isinya sangat berguna baginya. Isi surat itu adalah :
Dari Tyas Octavianna Jepang, 21 Mei 2007
Yth. Ibu dan Clara
Di Jepang
Hai Clara? Apa kabar? Baik saja, bukan? Kali ini, kakak membuat surat untuk Clara. Maaf, yaa, kakak tidak bisa pulang.
Clara, maaf, yaa kak Tyas belum bisa pulang.
Kakak belum punya uang yang cukup untuk pulang ke sana. Mungkin, satu atau dua bulan lagi kakak pulang. Kamu tahu, kan, bunga pertama yang namanya Himawari? Itu artinya bunga matahari.
Dan kamu tahu, kan, yang baru kakak berikan? Itu bunga Sakura. Itu, lho!? Bunga yang berwarna pink. Itu berguna untuk kamu agar kamu bisa mandiri. Tetapi, kamu harus menanamnya sendiri. Kamu sudah tahu, kan caranya? Sudah dulu, yaaa. Daaaaah……
Jaga baik-baik bunga itu, yaaa…… jangan menyuruh ibumu lagi, yaaa….daaaaaa
Salam sayang
Tyas Octavianna
Wah!!! Clara menangis terisak-isak saat membaca surat itu. Ia tidak bisa bertemu dengan kakaknya selama 1 atau 2 bulan. Setelah membaca surat itu, Clara meminta maaf pada ibunya dan mulai mandiri.
Itulah cerita tentang Clara. Aku ingin tahu komentar dari teman-teman, juga scorenya, yah!