Diary Misterius
Diary Misterius

Kiriman :

Putri Aif







Putri Aif

Score : 5

Beri Score :

Suatu hari Sania bermain-main di rumah sepupunya, Rina.

Kebetulan Sania sangat suka cerita misteri. Jadi, Rina menceritakan sesuatu pada Sania.

"Sania, aku pengen cerita sama kamu," kata Rina.

"Kamu suka cerita misteri kan?" lanjutnya.

"Tentu! Ayo ceritakan!" teriak Sania bersemangat.

"Ssttt!" kata Rina sambil mengambil sebuah buku.

buku

Ilustrasi: Wordpress.com

Buku itu bersampul coklat tua dan agak tipis. Kelihatannya sudah tua.

"Apa itu? Katamu kamu mau ceritain cerita misteri? Oh, kamu mau ceritain cerita dari buku ini?" tebak Sania bersemangat.

"Sudah kubilang jangan teriak-teriak!" gerutu Rina. "Mau kuceritain, ga?"

"Ya sudah, cepat ceritakan!" pinta Sania. Dan Rina pun memulai ceritanya.

pohon

Ilustrasi: Wordpress.com

"Pada waktu itu, aku sedang berjalan-jalan di taman sekolahku. Aku sedang mencari sesuatu untuk dibuat laporan. Tiba-tiba, aku tertarik pada sebuah pohon. Bukan! Bukan. Aku tertarik untuk menggali tanah disekitar pohon itu. Jadi, aku menemukan buku ini. Aku kecewa. Karena kata teman-temanku ada harta karun di sekitar pohon itu, tapi cuma buku usang. Jadi, aku baca buku ini. Ternyata, itu diary seorang anak bernama Nia yang lulus 10 tahun lalu. Aku membaca kisahnya tentang saat dihukum karena nilai jeblok, hukuman lari lapangan 10 kali, terlambat, dan lain-lain, tapi aku belum selesai membacanya.Ternyata, besoknya aku mengalami hal yang sama dengan Nia. Aku yang pintar tiba-tiba dapat nilai 5. Aku dimarahi orangtuaku. Aku juga dapat hukuman lari. Dan juga terlambat. Aku takut, jangan-jangan itu buku sial? Bantuin dong Sania!" Rina menghela nafas.

Sania tampak berpikir.

Apa iya sih, buku itu buku sial?

"Boleh lihat bukunya?" tanya Sania bak seorang detektif.

"Iya, tapi hati-hati, ya! Nanti kena sial juga," kata Rina pasrah.

"Ini ada alamatnya!" kata Sania sambil menunjuk ujung halaman pertama.

 Jl. Bunga Teratai no. 66B.

"Ayo kita kesana!" ajak Sania.

"Ha? Sekarang? Kita kesana pakai apa?" tanya Rina terkejut.

"Ayo! Kita jalan kaki, kan, dekat dari sini," kata Sania.

Rina hanya bisa pasrah.

Tak lama, mereka sampai di tempat yang dimaksud. Keluar seorang wanita ketika mereka mengebel.

"Halo! Selamat siang, bisa bertemu dengan Nia, lulusan SD Merah Putih tahun 1991?" tanya Sania santai kepada wanita itu.

"Ya, dengan saya sendiri," jawab wanita itu.

"Apakah anda mengenal diary ini?" tanya Sania sambil menunjukan buku itu.

"Iya. Buku itu punya kenangan bagi saya. Sewaktu saya kelas 6 SD, saya selalu mendapat kesialan. Jadi, saya selalu menulisnya di buku itu karena kalau saya cerita ke orang lain mereka pasti marah. Suatu hari mama saya menemukan diary itu. Beliau marah. Jadi saya kabur ke taman sekolah. Saya mengubur diary itu agar orang yang menemukannya bisa mendapat pelajaran dari pengalaman saya,"

Setelah berdialog dengan Tante Nia, mereka pulang ke rumah Rina.

belajar

Ilustrasi: Wordpress.com

"Rin, kamu sial karena pasti kamu lagi malas akhir-akhir ini. Jadi, bukan buku itu yang bawa sial!" kata Sania.

"Iya San, memang aku yang pemalas. Jadi, kita ga boleh nyalahin sesuatu, ya!" kata Rina.

Misteri terpecahkaan! Hihihi!

Komentar
    Putri Aif
    18-04-2012 04:16
  • Makasih, ya, semuanya.. Very Happy Very Happy Very Happy
    Winona Araminta
    3-04-2012 04:12
  • Bagus lo Embarassed
    Mutiara Fauziah Nur Awaliah
    25-02-2012 12:02
  • keren banget ..... Razz Razz Razz Razz Razz Laughing Laughing Laughing
    annisa tya
    25-02-2012 11:54
  • ceritanya bagus! seperti detektif secret! Cool

Comment n Share on your facebook