Kiriman :
Score : 4.5
Beri Score :Indah akan berulang tahun besok.Semua sangat ingin datang. Sebab, acara-acara Indah selalu istimewa.
Beberapa murid di kelas 5 A berencana memberi kado bersama-sama. Termasuk aku!
Sore ini, aku, April, dan Nova akan pergi ke sebuah toko pernak-pernik yang cukup lengkap. Nah, aku sekarang sudah berada di toko tersebut bersama April dan Nova. Aku mau beli kado apa ya?
April tampak berada di bagian kalender sedangkan Nova berada di bagian tas. Aku bingung mau beli apa. Ah! Sebuah rak besar berderet jam-jam unik menarik perhatianku. Lalu, aku iseng melihat-lihat jam-jam unik tersebut. Ada jam bunga, kucing, dan banyak lagi.
Eh, seingatku Indah suka sekali Doraemon. Kebetulan, ada sebuah jam Doraemon yang unik. Harganya tidak mahal. Namun, sepertinya kualitasnya bagus.
"Aku mau beli ini ah.." gumamku.
"Februari!" panggil April.
Aku kaget. "I..Iya!" sahutku. Aku menoleh.
"Kalender Superman ini keren ya? Aku yakin Indah pasti suka," kata April sambil memamerkan kalender itu.
"Lebih keren ini! Tas Cinderella!" sahut Nova.
"Iya deh, eh Feb, kamu membeli kado apa?" tanya April.
Aku memperlihatkan jam Doraemon itu. "Ini," jawabku.
"Iih! Keren!" puji Nova. Aku mengangguk.
Akhirnya, kami lalu memilih kertas kado untuk membungkus kado kami.
"Enggak dicoba dulu jamnya, Februari?" Nova mengingatkan.
"Oh iya! Makasih, ya, Nova," ucapku.
"Namamu Februari?" tanya Bapak Toko itu sambil mengerutkan keningnya.
"Iya Pak," jawabku. Pasti Bapak Toko itu heran akan namaku. Februari Fitriah, begitulah orang tuaku memberiku nama.
Bapak Toko itu lalu mencoba jamnya. Bisa.
"Alarmnya Pak?" tanyaku.
Bapak Toko lalu mencobanya. Bunyinya nyaring sekali! Sekarang memang jam 4. Bapak Toko itu juga memasangnya jam 4.
"Kertas kadonya yang kupu-kupu aja ya, Pak!" pesanku.
"Tapi belum di..."
"Oh iya! Pita! Pitanya yang ini saja Pak," potongku sambil mengambil sebuah pita biru.
Bapak Toko itu geleng-geleng kepala. Setelah membungkuskan kadoku, juga kado April dan Nova, kami bertiga pulang ke rumah.
Esok harinya jam setengah 4, aku langsung ke rumah Indah sambil membawa kadoku.
"Kamu hampir terlambat, Februari Fitriah," canda Indah.
Aku tersenyum-senyum. "Jadi sudah pas ya! Kita mulai yuk!" ajak Indah.
Kami lalu mulai berdoa dan menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun, juga melihat Indah meniup lilin kue ulang tahunnya. Saat acara pemberian kado..
KRIIIIIINGG!!!!
Bunyi itu nyaring sekali.
"Berisik! Alarm siapa sih?" tanya Indah kesal.
Setelah dicari, ternyata itu kado milikku. Astaga! Aku lupa belum mematikan jamnya kemarin. Wajahku merah. Malu sekali! Sementara itu, teman-temanku,t ermasuk Indah cengar-cengir menatapku. Uuh!