Raksasa Yang Egois
Raksasa Yang Egois

Kiriman :

alvadi adi







alvadi adi

Score : 4.5

Beri Score :

Karya: Alvadi Adi

Dahulu kala, ada sebuah taman yang sangat luas dan cantik milik seorang raksasa. Taman itu sangat indah dengan rumput yang hijau dan lembut, bunga-bunga yang cantik, dan puluhan pohon yang berbuah lebat.

kids

Ilustrasi: cgvector.com

Setiap siang, anak-anak masuk ke dalam taman itu untuk bermain dan mendengarkan burung-burung berkicau merdu dari pohon-pohon.

Raksasa sedang pergi selama 5 tahun mengunjungi keluarganya di negeri lain. Sekarang, dia kembali ke rumahnya, sebuah rumah yang sangat besar dengan taman di depannya.

Saat tiba di taman, ia melihat anak-anak sedang bermain di sana. Raksasa lalu memarahi mereka, “Apa yang kalian lakukan disini? Pergi! Ini taman milikku!” Anak-anak yang ketakutan berlari meninggalkan taman itu.

Karena tidak ingin ada orang lain yang ikut menikmati keindahan tamannya lagi, Raksasa lalu membangun tembok yang tinggi mengelilingi taman itu, dan memasang tulisan “Yang masuk tanpa ijin akan dihukum!”

Anak-anak kehilangan taman itu.

Sesekali mereka memanjat dan melongok melewati tembok yang tinggi, memandangi taman itu dan dengan sedihnya membicarakan permainan-permainan yang dulu mereka lakukan disana.

Hari demi hari berlalu. Bunga-bunga di taman itu tidak lagi bermekaran. Burung-burung tidak lagi berkicau dan pohon-pohon berhenti berbuah. Rumput dan daun-daun yang dulunya subur dan hijau kini menjadi kering dan berwarna coklat. Raksasa tidak mengerti mengapa taman miliknya menjadi tidak indah lagi.

Pada suatu pagi, Raksasa mendengar suara musik yang mengalun. Ternyata, itu adalah suara kicauan burung di luar jendelanya. Sudah lama sekali sejak terakhir kali ia mendengar kicauan burung yang indah seperti itu.

Raksasa mendekat ke jendela dan mendengarkan kicauan burung itu dengan sedih. “Apa yang terjadi dengan tamanku? Aku berharap tamanku bisa menjadi indah seperti dulu, dengan burung-burung yang berkicau merdu seperti kamu,” kata Raksasa kepada burung itu.

Burung itu terbang mendekati raksasa dan berkata, “Tamanmu tidak akan sama lagi tanpa kehadiran anak-anak itu. Tamanmu merindukan gelak tawa dan suara anak-anak yang riang. Pohon, bunga-bunga, rumput, dan kami para burung menginginkan kehadiran anak-anak yang menjadikan tempat ini kembali penuh keceriaan.”

Raksasa menyadari kesalahannya. Selama ini ia terlalu egois, dan akibatnya ia hidup sendirian dan merasa kesepian.

Raksasa pun mengambil palu besar dan menghancurkan tembok yang mengelilingi tamannya. Dibuangnya tulisan peringatan yang dipasangnya dulu, dan dipanggilnya anak-anak untuk bermain di taman.

Awalnya anak-anak merasa takut. Akan tetapi, ketika mereka melihat wajah raksasa yang sekarang menjadi ramah, mereka mengikutinya ke taman untuk bermain disana. Lagipula, anak-anak itu juga rindu bermain di taman itu.

garden

Ilustrasi: xooplate.com

Taman milik raksasa itu pun kembali penuh dengan anak-anak yang bermain gembira. Bunga-bunga pun kembali bermekaran diantara rerumputan yang hijau. Daun-daun dan buah-buahan memenuhi pohon-pohon, beserta burung-burung yang berkicau dengan merdu.

Raksasa berkata kepada anak-anak, “Sekarang, tamanku adalah taman milik kalian juga.”

Sekarang raksasa tidak hanya memiliki sebuah taman yang indah, tetapi ia juga memiliki banyak teman-teman kecil yang ceria.

Komentar
    tya_lukitaningtyas20@yahoo.co.id N
    19-04-2012 09:12
  • 4 Jempol sekalian! jempol tangan ama kaki ngangkat Very Happy
    Bunga Nurfitria
    5-02-2012 01:22
  • baguussss .... BGT!! Wink Wink Wink
    angeline dominica
    1-02-2012 10:27
  • bagus ceritanya Smile
    alvadi adi
    1-02-2012 09:57
  • makasih semuanya Suprised Very Happy
    Farah Qurrota
    31-01-2012 03:53
  • baguss!! kuberi jempol 5 yaa!! Smile Very Happy

Comment n Share on your facebook