Kiriman :
Score : 4.5
Beri Score :Pada suatu hari Icha sedang berjalan-jalan. Berpetualang. Kegiatan yang paling disukainya!
Hari ini dia hanya mengitari kebun nenek saja. Icha sedang menginap di rumah neneknya.
Nenek selalu ada alasan supaya Icha tidak pergi jauh-jauh. Alasan akan hujan lah, yang nanti takut diculik lah, dan lain-lain.
Uh, menurut Icha menginap di rumah nenek itu membosankan. Karena dia tidak bisa bertualang. Sebenarnya dia tidak mau membuat neneknya khawatir.
Tiba-tiba saja, semak-semak di depannya bergerak-gerak. Mungkin, itu hantu! Namun, Icha tetap memberanikan diri walaupun dia gemetaran. Segera saja dia menyibak semak-semak itu.
Ternyata ada kucing. Manis sekali. Sepertinya masih anak-anak. Icha segera memungut anak kucing itu dan berlari ke rumah neneknya.
"Nek, Nenek! Nih, Cacha nemuin kucing! Maniiis dan Luucuuu!" pekik Icha. Cacha memang panggilan sayang Nenek untuk Icha.
"Aduh Cacha jangan teriak-teriak dong. Entar buminya bergetar gara-gara Cacha teriak-teriak," gerutu nenek sambil bercanda. Icha hanya cengengesan.
"Mana kucingnya itu, Cha?" tanya nenek. "Ini, Nek," jawab Icha sambil menyerahkan kucing itu. "Kayaknya kakinya bengkak. Kita rawat saja sampai sembuh," kata Nenek sambil menunjukkan kaki kucing itu yang bengkak. Icha hanya mengangguk.
Dia suka kucing. Akhirnya, mereka berdua merawat kucing tersebut. Seminggu kemudian, kucing mungil itu sudah sembuh.
"Cacha, bagaimana kalau anak kucing itu kita kembalikan pada ibunya?" tanya Nenek.
"Emang mana ibunya, Nek?" Icha malah balik bertanya. "Itu tuuuh," kata Nenek sambil menunjuk kucing dewasa yang mirip dengan kucing mungil itu.
"Tapi Nek, kenapa kita tidak merawatnya saja?" tanya Icha. Dia berharap bisa merawat kucing mungil itu.
"Biarlah ibunya yang merawat anaknya. Kan anaknya masih kecil. Masih membutuhkan bantuan ibunya. Lagipula, Cacha kan besok kan pulang. Nanti Nenek kerepotan menjaganya sendiri," jelas Nenek.
"Nenek kan bisa tinggal bersama kucing mungil. Jadi, Nenek tidak kesepian. Rawat saja sekalian ibunya," saran Icha.
"Kalau begitu nenek setuju," kata nenek sambil mengancungkan jempol.
Dengan kucing-kucing itu Nenek tidak lagi kesepian. Dan Icha betah menginap di rumah Nenek. Hehehe.