Penemu Jam?

Halo, Nesi! Kapan manusia mulai mengenal jam? Siapa yang menemukan?

Luki

Jam

Sebelum ada jam dinding, manusia menggunakan matahari sebagai penanda waktu. Foto: kalama

Hai, Luki yang cerdas. Sebelum mengenal jam seperti sekarang, dulunya, manusia menggunakan matahari sebagai pengukur waktu.

Terbit dan tenggelam si sumber cahaya dijadikan patokan. Tidak hanya itu, bayangan tongkat, batu, dan pohon yang memanjang dan memendek pun dijadikan bisa dijadikan penanda waktu yang berfungsi sebagai jam.

Orang Mesir kuno menggunakan bintang sebagai jam dalam kehidupannya. Mereka membagi hari menjadi 12 jam sama dengan terbitnya 12 bintang.

Akhirnya, mereka menggunakan patokan waktu satu hari sama dengan 24 jam. Ini juga yang digunakan manusia saat ini. Selain itu mereka membuat jam bayangan berupa balok kayu dengan penunjuk.

Sekitar tahun 140 sebelum Masehi, orang Yunani dan Romawi menggunakan roda gigi untuk membuat jam air. Sesuatu yang mengapung di tempatkan di wadah dan akan mengapung saat air menetes ke dalam wadah.

Pengapung itu dihubungkan dengan roda gigi. Roda memutarkan penunjuk yang perlahan-lahan bergerak dari satu tanda waktu ke tanda waktu berikutnya.

Nah, jam mekanis yang sekarang itu baru ditemukan 1400 tahun kemudian dan itu berarti tahun 1540 Masehi.

Penemunya tidak diketahui secara pasti. Jam yang dibuat sederhana itu berupa gulungan. Sebuah beban dipasang pada gulungan.

Saat tali lepas, tali itu memutarkan gulungan yang menggerakkan satu seri roda gigi. Roda ini diputar dengan tangan pada sebuah sekrup. (Kidnesia/Aku Ingin Tahu Jilid 4)

    luki sosia setia
    17-10-2010 07:44
  • maaf,ya nesi ngeliatinnya sekarang.....aku sibuk sekolah....soalnya sekarang aku masuk siang...

Comment n Share on your facebook