Asal-Usul Air

Nes, bagaimana ceritanya, dari air hujan hingga menjadi air yang bisa diminum?

Annida Miftakhul Farodisa

siklus air

Jumlah air di bumi bersifat tetap. Dari air hujan menjadi air laut yang menguap dan manjadi air hujan lagi. Foto: wordpress

Hai, Annida, apa kabar? Sebenarnya, air di muka bumi memiliki jumlah yang tetap dan senantiasa bergerak dalam suatu lingkaran peredaran yang disebut siklus hidrologi, siklus air atau daur hidrologi.

Siklus hidrologi terjadi akibat pengaruh sinar matahari. Matahari memanfaatkan energi panas keseluruhan permukaan bumi. Setelah ini, terjadilah penguapan air dari sungai, danau, rawa, laut dan dari tumbuhan.

Uap air terbentuk dan naik ke atas. Kumpulan uap air itu kemudian menjadi gumpalan awan. Awan terus bergerak dan bila saatnya tiba, akan berubah menjadi tetesan hujan.

Air hujan yang jatuh di permukaan bumi sebagian meresap ke dalam lapisan tanah melalui pori-pori tanah menjadi air tanah yang disebut Infiltrasi. Selanjutnya mengalir ke permukaan bumi melalui sungai yang disebut Run-Off , ada juga yang tertahan di dedaunan tumbuhan yang disebut Intersepsi dan ada yang langsung jatuh ke laut.

Air yang meresap ke dalam tanah inilah yang kebanyakan digunakan manusia. Namun, air tersebut harus diolah terlebih dahulu hingga akhirnya bisa dikonsumsi. (Kidnesia/berbagaisumber)

comments powered by Disqus