Penemu Kacamata

Nes, siapa sih, orang yang pertama kali membuat kacamata?

Alit Wesilintang

Hai, Alit! Apa kabar? Kacamata merupakan salah satu penemuan yang penting, loh! Bayangkan, kalau kacamata tidak ditemukan? Ck..ck..ck, pasti orang yang punya masalah dengan mata kesulitan untuk membaca.

Sebelum manusia mengenal kacamata, mereka lebih dulu tahu tentang lensa. Beberapa peradaban seperti Romawi, Yunani, Hellenistik dan Islam juga telah mengenal lensa. Pada saat itu lensa digunakan untuk pembakaran. Caranya dengan memusatkan cahaya matahari pada fokus lensa atau titik api lensa.

kacamata

Jaga kesehatan mata, yah! Biar enggak pakai kacamata. Foto: marvaloptical

Penggunaan lensa mendorong para ilmuwan untuk menghasilkan sebuah alat bantu bagi indera penglihataan, yaitu kacamata. Sekitar abad 11, sebuah puisi karya Ibnu al-hamids yang menggambarkan kacamata telah ditemukan.

Puisi itu ditulis 200 tahun sebelum masyarakat Barat menemukan kacamata. Dalam puisi Ibnu al-hamids, dituliskan, sebuah benda bening telah mampu menunjukkan tulisan dalam buku untuk mata. Benda itu pun berfungsi seperti kamera dan digunakan untuk membantu penglihatan yang lemah.

Di puisi berikutnya, Ibnu menyebutkan, benda bening itu dapat ditembus cahaya. Batang tubuhnya terbuat dari benda yang keras. Nah, benda yang dimaksud itu adalah kacamata! Sayangnya, Ibnu tidak menyebutkan siapa penemu kacamata dalam puisi itu.

Penemuan pun terus berkembang. Pada abad ke-13, sarjana Inggris Roger Bacon (1214 M - 1294 M), menulis tentang kaca pembesar. Ia menjelaskan bagaimana membesarkan benda melalui sepotong kaca.

Bacon juga menuliskan hal yang sama seperti Ibnu al-Hamids, yaitu, benda itu sebagai alat untuk orang-orang tua dan orang-orang yang memilki kelemahan pada penglihatan. Dengan begitu mereka bisa melihat benda yang kecil dengan jelas. Penelitian terus dilakukan hingga akhirnya menjadi sebuah kacamata yang digunakan saat ini. (Kidnesia/berbagaisumber)

comments powered by Disqus