Penyebab Kabut

Nesi, kenapa bisa terjadi kabut?

Stefan D

kabut

Jika kabut turun, pandangan jadi buram. Foto: wordpress

Hai, Stefan yang pintar! Apa kabar? Kabut adalah uap air yang berada dekat permukaan tanah kemudian berkondensasi (perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat seperti gas (atau uap) menjadi cairan) menjadi mirip awan. Peristiwa ini terbentuk karena hawa dingin di sekitar tempat itu dan kadar kelembaban yang tinggi, yaitu mendekati 100%.

Maka dari itu, saat siang hari suhu terasa panas, lalu malam hari terjadi penurunan suhu udara yang drastis, kemungkinan besar besoknya akan berkabut. Hal ini disebabkan karena uap air yang ada di udara terkondensasi. Akibatnya, massa air menjadi lebih berat dan mengambang di atas permukaan tanah. Kabut pun turun!

Oh, iya, ada juga loh tempat yang sering berkabut, yaitu, Grand Banks di lepas pantai pulau Newfoundland, Kanada. Ini terjadi karena di tempat ini merupakan pertemuan arus Labrador yang dingin dari utara dengan arus Teluk yang hangat dari selatan.

Nah, kalo daratan yang paling berkabut di dunia terletak di Point Reyes, California dan Argentia, Newfoundland, yang diselimuti kabut lebih dari 200 hari dalam setahun. (Kidnesia/berbagaisumber)

comments powered by Disqus