Pertempuran Ambarawa?

Halo, Nesi yang pintar aku mau tanya, nih. Nesi tau nggak tentang perang ambarawa? Thanks, ya, Nes!

-Putri Sari

Halo juga, Putri.

Perang Ambarawa? Hmm… tahu, dong! Hihihi.

Sebetulnya sebutannya ialah Pertempuran Ambarawa.

Pertempuran Ambarawa berlangsung empat hari, dari 13-15 Desember 1945.

Pertempuran ini terjadi sebab sekutu akan menjadikan Ambarawa sebagai basis kekuatan untuk merebut Jawa Tengah!

Dengan semboyan “Rawe-rawe rantas malang-malang putung, patah tumbuh hilang berganti”, pasukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) yang dipimpin Jenderal Soedirman memiliki tekad bulat membebaskan Ambarawa atau dengan pilihan lain gugur di pangkuan ibu pertiwi.

Wah, salut banget, ya buat para pahlawan kita!

Trus gimana akhirnya, ya?

Pertempuran ini berakhir dengan kemenangan gemilang pada pihak TKR, lho!

monumen

ilustrasi: blogspt.com

Pasukan TKR berhasil merebut benteng pertahanan sekutu yang tangguh. Hebat!

Nah, asal kalian tahu, keberhasilan Panglima Besar Jenderal Soedirman ini kemudian diabadikan dalam bentuk Monumen Palagan Ambarawa . Sudah ada yang pernah lihat momumennya?

Setiap tanggal 15 Desember, TNI AD menetapkan untuk memperingati tanggal tersebut setiap tahun sebagai Hari Infanteri, lho.

Ssstt… Infanteri merupakan pasukan tempur darat utama yaitu pasukan berjalan kaki yang dilengkapi persenjataan ringan.

Hayo, jangan kalah sama semangat juang pahlawan-pahlawan kita dalam membela bangsa, ya!

(Kidnesia.com/Berbagai sumber)

comments powered by Disqus