Halo Nurul..
Pertanyaan kamu menarik, nih. Ngomongin soal jamur, yuk kita berkenalan sama yang namanya jamur.
Jamur sebenarnya bukanlah termasuk ke dalam tumbuhan. Meskipun bentuknya mirip tumbuh-tumbuhan dan hidup di lingkungan yang biasa ditempati oleh tumbuhan. Karena jamur tak punya zat hijau daun (klorofil), batang, atau akar.
Jamur juga tidak bisa membuat makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari seperti tumbuhan lainnya. Jamur justru menyerap sari makanan dari bangkai hewan dan tumbuhan yang sudah mati.
Asal kamu tahu saja nih. Jamur adalah makhluk hidup yang memiliki inti dan spora yang berupa sel atau benang yang bercabang dengan dinding sel yang terbuat dari selulosa.
Jamur bisa hidup kapan saja dan di mana saja, selama lingkungan sekitarnya menunjang. Ada jamur yang merugikan, ada juga jamur yang menguntungkan, bahkan ada jenis jamur yang bisa untuk dimakan oleh manusia.
Bentuk umum jamur biasanya seperti payung. Nah, mungkin ini yang kamu lihat dekat pohon mangga di rumahmu, ya, Nurul.
Jamur yang seperti payung adalah bagian dari kelompok anggota fungi Basidiomycetes yang sering muncul dari permukaan tanah. Nah, jamur-jamur yang muncul dari dalam tanah ini biasanya enak dimakan. Eh, tapi jangan sembarang diambil dulu ya.. siapa tahu, jamur yang kamu temukan itu beracun. Jadi, hati-hati, ya.
Memang sih, sampai sekarang masih sulit sekali untuk membedakan jamur yang beracun dan tidak hanya berdasarkan bentuk, sifat, dan keadaannya saja. Walau begitu, ada beberapa hal yang bisa dijadikan petunjuk kita untuk menandakan apakah jamur itu berbahaya atau tidak.
Cirinya:
1. Warnanya sangat mencolok, seperti merah, hitam legam, atau biru tua. Tapi ada juga lho, jamur beracun yang warnanya kuning muda atau putih.
2. Baunya menusuk hidung, seperti bau telur busuk, gitu deh.
3. Biasanya punya cincin atau cawan. Tapi khusus untuk beberapa jamur, seperti jamur merang juga mempunyai cawan, jamur campignon pun mempunyai cincin, tetapi tak berbahaya.
4. Tumbuh di tempat-tempat kotor.
5. Kalau dikerat dengan pisau (bisa pisau perak atau pisau biasa) membuat pisau karatan. Begitu juga bila ditempelkan pada benda perak akan membentuk warna hitam atau biru.
6. Berubah warna dengan cepat pada waktu pemanasan dan pemasakan.
Nah, semoga kamu bisa membedakan jamur yang tumbuh di sekitar halaman rumahmu, yaa.. (Kidnesia/berbagai sumber)