Menonton Tatung di Singkawang

Selama 2 minggu, mulai Imlek hingga Cap Go Meh, kota Singkawang benar-benar menjadi Kota Cina (Cina Town). Rumah, toko, pasar, klenteng, dan jalan-jalan dihiasi lampion-lampion merah.

Sehari menjelang Cap Go Meh, kota Singkawang mulai dipenuhi wisatawan dari luar kota dan luar negeri. Semua hotel penuh. Untuk mendapatkan kamar hotel, mereka sudah memesan jauh-jauh hari.

tatung anak

Saat kerasukan roh, wajah tatung tampak pucat dan tanpa ekspresi. Foto: Ricky Martin.

Bagaimana kalau kita sudah tidak kebagian kamar hotel? Mm, jangan khawatir. Sebab, khusus pada Cap Go Meh, banyak rumah penduduk disewakan untuk homestay.

Ada apa, sih, di Singkawang saat Cap Go Meh? Mm, apalagi kalau bukan karena ingin melihat tatung.

Pada saat Cap Go Meh, semua tatung di seluruh kota Singkawang akan keluar untuk membersihkan kota.

Penduduk etnis Tionghoa di Singkawang percaya, untuk menangkal gangguan roh-roh jahat yang bisa membawa sial, mereka melakukannya dengan arak-arakan tatung.

Dengan atraksi-atraksi kehebatan para tatung, mereka berharap roh-roh jahat ketakutan sehinga tidak berani mengganggu penduduk.

Tradisi tatung di Singkawang, konon, sudah ada sejak 200 tahun yang lalu. Tradisi asal Cina selatan ini dibawa masuk ke Singkawang oleh etnis Tionghoa yang bekerja sebagai buruh tambang emas di daerah Monterado, Kalimantan Barat.

Tatung  dalam bahasa Cina berarti orang yang dirasuki roh dewa atau roh leluhur. Jadi, orang yang kesurupan roh itulah yang disebut tatung.

Mereka percaya, roh-roh yang merasuki tatung adalah roh-roh yang baik dan memiliki kehebatan, sehingga mampu mengusir roh-roh jahat. Seperti, roh kaisar, punggawa kerajaan, panglima perang, pendeta, ahli sastra, seniman, hakim, ahli pengobatan, dan lainnya.

arak-arakan tatung

Wow, penontonnya banyak sekali! Foto: Ricky Martin.

Di Singkawang, jumlah tatung mencapai ribuan. Pada hari Cap Go Meh, semua tatung ingin mengikuti arak-arak untuk membersihkan kota.

Sebelum mengikuti arak-arakan membersihkan kota, setiap tatung wajib mendatangi Klenteng Tengah Tri Dharma Bumi Raya untuk minta izin Dewa Bumi Raya. Waktu minta izin, biasanya dilakukan sehari sebelum Cap Go Meh.

Pada hari Cap Go Meh, saat para tatung melakukan ritual membersihkan kota, itulah saat-saat yang paling seru bagi penonton.

Bagaikan panglima perang atau raja, para tatung diarak keliling kota dengan tandu. Mereka  melakukan atraksi-atraksi aneh untuk menunjukkan kekuatan dan kekebalan tubuhnya. Seperti, menginjak-injak pecahan kaca, duduk di atas ujung pedang, dan lainnya.

Arak-arakan tatung kini sudah menjadi agenda wisata. Oleh karena itu, para tatung diminta tidak mengeluarkan atraksi yang mengerikan dan sadis.

Pada hari Cap Go Meh, jalan-jalan di tengah kota Singkawang sepanjang 5 kilometer yang dilewati tatung dipadati puluhan ribu orang. Beberapa ruas jalan ditutup untuk menghindari kemacetan.

minta izin

Tatung minta izin mengikuti arak-arakan di Klenteng Tri Dharma Bumi Raya. Foto: Ricky Martin.

Mau nonton arak-arakan tatung, tetapi tidak mau berjubel?  Sst, tak jauh dari Klenteng Tengah Tri Dharma Bumi Raya, ada rumah makan padang. Di rumah makan ini, kamu bisa menonton arak-arakan tatung di teras lantai dua. Dijamin, deh, pemandangannya bagus.

Apakah kamu ingin menonton arak-arakan tatung pada hari Cap Go Meh tahun ini? (Sigit Wahyu*)

Komentar
    Yesya Amelia Salsabilla
    22-03-2012 02:22
  • Indonesia kaya akan budaya
    I love Indonesia & Kalimantan Barat Very Happy Embarassed Laughing
    jose fina
    12-02-2012 08:58
  • sayang gua ga ke sana, jadi gua ngga tau Rolling Eyes Embarassed
    sabrina nabila kholiqin
    12-02-2012 01:07
  • ..... Rolling Eyes
    Edelwise Napitupulu
    11-02-2012 09:35
  • Rolling Eyes

Comment n Share on your facebook