Bulan puasa tinggal beberapa hari lagi. Semua umat Islam bersukacita menyambut bulan suci Ramadhan, termasuk masyarakat di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta .
Menjelang datangnya bulan puasa, mereka selalu melakukan ritual tradisi budaya nyadran atau melakukan upacara doa dan selamatan di makam leluhur masing-masing desa.
Upacara adat nyadran tersebut dilakukan sebagai ungkapan syukur atas berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa juga untuk mengirim doa bagi arwah para leluhur, khususnya cikal bakal atau pendiri kampung.
Tradisi ini juga diisi dengan kenduri warga masyarakat sebagai ungkapan terima kasih atas limpahan rezeki dan keselamatan dalam bekerja.
Selain itu ada juga beberapa wilayah di Yogyakarta yang menyelenggarakan berbagai atraksi kesenian dan budaya untuk memeriahkan upacara ritual adat nyadran ini.
Atraksi ini sering mengundang perhatian, lho. Makanya, banyak turis asing yang antusias melihat tradisi nyadran.
Dalam situs Kompas.com , disebutkan sejumlah wilayah yang menggelar upacara ritual adat nyadran tersebut di antaranya adalah masyarakat Desa Margokaton, Kecamatan Seyegan.
Upacara ini akan diselenggarakan pada Jumat, 30 Juli 2010, di Makam Ngaran Margokaton Seyegan dengan rangkaian kegiatan Merti Dusun.
Tidak ketinggalan, malam harinya akan digelar pentas Rodhatan Samroh dan Badui dan dilanjutkan pergelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Suwondo.
Di hari Minggu, 1 Agustus 2010, di Lapangan Gamelan, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, dan di Serambi Mesjid Kagungan Dalem Sulthoni Wotgaleh serta Makam Wotgaleh, digelar kegiatan Sadranan Agung Wotgaleh.
Acara ini dilakukan abdi dalem atau perabot Pasarean Wotgaleh dan warga Sendangtirto serta ahli waris Pangeran Purboyo.
Bagaimana dengan tradisi di daerahmu? Tradisi apa yang khas di daerah kamu saat bulan puasa tiba? (Annisa/Kidnesia/Kompas.com)