Klenteng See Hien Kiong terletak di “Kota Tua” Tanah Kongsi, Padang Selatan.
Klenteng ini dibangun ketika orang Cina dari suku Tjiang dan Tjoan Tjioe mulai ramai berdagang di kota Padang.Klenteng ini diperkirakan dibangun pada tahun 1846.Pada awalnya, klenteng See Hien Kiong berupa bangunan dari kayu dan beratap daun rumbia.
Pada tahun 1861, klenteng ini terbakar karena keteledoran Sae Kong atau penjaga klenteng.
Tokoh-tokoh Cina yang diangkat menjadi pejabat Belanda, yaitu Kapten Lie Goan Hoat, Letnan Liem Soen Mo, dan Letnan Lie Bian Ek, sepakat untuk meminjami uang untuk membangun kembali tempat suci ini.
Bagaimana cara mengembalikan uang tersebut? Mereka pun merencanakan, tanah di sekitar klenteng dibuat los dari bambu untuk pasar. Tujuannya agar uang yang dipungut dari pasar bisa untuk membayar uang pinjaman tersebut.
Beberapa tahun kemudian, di sekitar pasar dibangun ruko (rumah toko). Sedangkan di tengah kompleks bangunan ruko dijadikan pasar dan dinamai Tanah Kongsi.
Biaya untuk membangun kembali See Hien Kiong sudah tersedia. Sayangnya, tidak ada tukang yang ahli membangun klenteng.
Untuk mencari tukang, Kapten Lie Goat Hoat lantas mengutus putranya, Khong Teek, berlayar ke Cina.Dengan ditangani 10 tukang ahli membuat klenteng, maka dibangunlah See Hien Kiong, selama 4 tahun.
Klenteng See Hien Kiong terdiri 2 bangunan utama. Bangunan depan terdiri dari serambi depan. Kemudian, ada pintu masuk dengan pintu besar, dan ruang dalam yang digunakan sebagai ruang tunggu. Di ruang tunggu tergantung genta besar dari besi cor.
Bangunan kedua yang di dalam adalah tempat altar. Di sinilah orang menyalakan lilin, membakar hio, dan memanjatkan permohonannya.
Selain bangunan utama, di samping kiri dan kanan juga ada bangunan untuk menyimpan perlengkapan upacara keagamaan.
Klenteng See Hien Kiong berdiri megah dan sangat mencolok di antara bangunan di sekitarnya.
Meskipun pembangunannya membutuhkan biaya sangat besar, konon klenteng ini tidak pernah menarik uang sedikit pun dari masyarakat sekitar. Bahkan, dana yang terkumpul dari penyewaan Tanah Kongsi dan los pasar, akhirnya pinjaman pun bisa dilunasi.
Sayangnya, sejak rusak berat terkena gempa 30 September 2009 yang lalu, klenteng bersejarah ini kurang mendapat perhatian.
Padahal, klenteng ini merupakan peninggalan bersejarah masa Cina yang sangat berharga.Apalagi, klenteng See Hien Kiong yang terletak di jalan Kelenteng No. 321, Padang, ini merupakan satu-satunya klenteng di Propinsi Sumatera Barat . (Sigit Wahyu*)