Uma Bokulu, Rumah Khas Sumba

Tahukah kamu, apa nama rumah adat Sumba? Ada yang bilang, uma bokulu  yang berarti rumah besar. Ada juga yang bilang uma mbatangu  yang artinya rumah bermenara.

Dua-duanya benar, karena baik uma bokulu maupun uma mbatangu menunjuk pada rumah panggung khas Sumba dengan atap menara yang menjulang tinggi. Uma bokulu ini dibangun di kampung adat.

uma bokulu

Uma bokulu di kampung adat Wainyapu, Kecamatan Kodi, Sumba Barat. Foto: Ricky Martin.

Sedangkan bentuk rumah di luar kampung adat umumnya tidak bermenara. Rumah tidak bermenara disebut uma kumudungu  atau rumah gundul.

Puncak atap uma bokulu ini tinggi sekali. Tingginya sekitar 20 meter atau lebih. Pantas saja para turis menjulukinya rumah menara.

Uma bokulu berbentuk rumah panggung. Rumah ini dibangun dari bahan-bahan alami. Lantai dan kerangka dari bambu. Atapnya dari  rumput ilalang atau jerami.

Kekuatan bangunan ini terletak pada 4 tiang utama berupa batang kayu gelondongan ukuran raksasa yang disebut kambaniru ludungu . Di sekitar tiang utama terdapat 36 tiang pendukung yang disebut kambaniru.

Uma Bokulu dibangun secara bergotong-royong melalui serangkaian upacara adat. Untuk membangun rumah besar tidak dipergunakan paku, tetapi dengan tali rotan. Saat memasang atap ilalang, mereka tidak boleh istirahat makan sebelum penutupan atap selesai.

Keunikan Uma Bokulu adalah bentuk bubungan yang mengerucut yang disebut toko uma . Di dalamnya terdapat ruangan yang digunakan sebagai lumbung untuk menyimpan bibit, bahan makanan, dan benda-benda pusaka.

Lantai di atas panggung merupakan ruang hunian terbuka yang disebut bei uma.  Di tengah-tengah ruangan, di antara 4 tiang utama digunakan sebagai dapur. Di depan dapur diletakkan meja makan. Di depan meja makan ada beranda tempat bapak-bapak bermusyawarah.

Pada bagian beranda ini, biasanya dipasangi tanduk kerbau atau taring babi. Ini sebagai bukti kalau pemilik rumah telah memotong hewan ternak. Juga sebagai tanda si pemilik rumah merupakan orang penting di masyarakat.

peta sumba

Pulau Sumba

Tinggal di uma bokulu sangat nyaman dan tidak gerah karena udara mengalir melalui celah-celah lantai dan dinding bambu.
Lantainya juga tidak perlu disapu dan dipel, karena di antara batang bambu gelondongan yang ditata menjadi lantai, terdapat celah-celah sehingga debu dan kotoran langsung jatuh ke kolong rumah.

Kolong rumah disebut kali kabunga.  Biasanya digunakan tempat menyimpan kayu bakar dan kandang ternak.

Rumah adat khas Sumba hingga kini masih terjaga keasliannya. Rumah-rumah menara beratap ilalang ini bisa kita jumpai di desa-desa adat, seperti Wainyapu, Ratenggaro, Tarung, Waitabar, Lamboya, Wanokaka, dan lainnya.

Mau ke Sumba? Sumba terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Sigit Wahyu*)

Komentar

Comment n Share on your facebook