Perjalanan ke pulau itu jauh dan berliku. Ukuran pulaunya juga tidak besar, tak berpenghuni, tidak ada toko, tidak ada sinyal telepon, kalau siang tidak ada listrik. Yang ada malah biawak berkeliaran di mana-mana.. hiiii! Tetapi aku tetap tersenyum senang. Yap, karena pulaunya memang cantik. Pulau Peucang namanya.
Jauh Dari Jakarta
Pulau Peucang adalah pulau kecil di ujung barat Pulau Jawa. Kalau dari Jakarta, perjalanannya mencapai delapan jam, menyusuri Anyer, Carita, teruuuuuus… sampai ujung pulau.
Bisku berhenti di desa nelayan mungil, yaitu Desa Sumur. Dari situ aku menyambung naik perahu bermotor.
Dua tiga jam kemudian, crrrsssshh… perahuku berhenti di dermaga kayu sederhana, di sebuah pantai berpasir putih indah. Itulah Pulau Peucang.
Taman Nasional Ujung Kulon
Pulau ini termasuk kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Tahu, kan, tempat tinggalnya badak bercula satu! Tetapi di pulau ini tidak ada badaknya. Yang ada adalah rusa, babi hutan, biawak, kancil, dan monyet.
Karena ini termasuk kawasan taman nasional, binatang-binatang itu bebas berkeliaran. Jadi, jangan heran ya, kalau kita menikmati keindahan matahari terbenam di pantai bersama babi hutan atau biawak!
Pulau Paling Aman di TN Ujung Kulon
Taman Nasional Ujung Kulon terdiri dari hutan seluas 500 ha di Pulau Jawa, Pulau Handeleum, Pulau Panaitan, Pulau Peucang, dan berbagai pulau kecil lainnya.
Namun, kalau kita turis, kita hanya bisa menginap di Pulau Peucang soalnya di pulau ini hutannya tidak terlalu lebat. Di sini juga ada persediaan air tawar, generator listrik, dermaga, dan tempat menginap. Hewan-hewan yang tinggal di sini pun tidak ada yang buas.
Sunset dan Sunrise Nan Cantik
Jika ditanya apa keistimewaan Pulau Peucang, aku akan langsung menjawab, pemandangannya!
Pasir putihnya halus membentang, berbatasan dengan air laut kebiruan bening yang menyimpan karang-karang cantik di bawahnya.
Aku paling suka memandang matahari terbit dari atas dermaga. Cantik sekali.
Tetapi kalau matahari terbenam yang kamu cari, kamu harus pergi ke sisi lain pulau. Yaitu pantai Karang Copong. Untuk ke sana kita harus berjalan menembus hutan. Hutannya tak terlalu lebat dan ada jalan setapaknya. Perjalanannya kira-kira satu jam. Di ujung hutan, kita akan sampai ke pantai berkarang-karang. Itulah pantai Karang Copong.
Ssst… hati-hati saat pulangnya, ya. Hari sudah gelap dan jalan untuk kembali ke penginapan hanya menembus hutan!
Sudah tiga hari aku di Pulau Peucang. Puas bermain di pasir putih dan laut biru. Waktunya kembali menempuh jalan berliku kembali ke Jakarta. Sampai jumpa lagi, Pulau Peucang! (dikha*)