Serunya Arung Jeram di Sungai Citarik

Naik perahu karet yang penuh tantangan? Itulah arung jeram. Tak hanya naik perahu karet saja, tapi dibutuhkan juga pengetahuan dan keterampilan mengendalikannya, lho!

arus liar citarik

Aline (paling depan), salah satu anak yang ikut arung jeram. Foto: Sigit Poer/Bobo

Arung Jeram di Sungai Citarik

Perahu yang ditumpangi peserta arung jeram melaju kencang terserat arus Sungai Citarik, Jawa Barat  yang deras. 

Sesampai di daerah turunan, perahu bergerak naik turun mengikuti arus sungai yang menerjang di atas bebatuan. Wuuu! Waaa! 

Spontan, semua penumpang berteriak ketika perahu memasuki jeram. Byuuur… semua peserta basah kuyub.

Sungai Citarik di daerah Sukabumi, Jawa Barat  ini sungguh menantang. Tetapi, berani enggak ya kita ikut arung jeram?

Mm, kenapa tidak? Dulu, wisata arung jeram  memang hanya untuk orang yang suka tantangan. Tetapi kini, wisata arung jeram bisa dilakukan semua umur, dari 8 hingga 60 tahun. 

Teman-teman berminat? Ya, kita bisa memilih paket arung jeram yang ditawarkan operator sesuai dengan kemampuan kita. Dari yang sekadar untuk senang-senang, yang seru-seru, sampai yang menantang di malam hari.

Salah satu sungai yang banyak dipakai untuk arung jeram adalah Sungai Citarik  yang berada daerah Pegunungan Halimun.

Selain airnya cukup banyak, Citarik juga memiliki banyak jeram, sehingga memberikan tantangan tersendiri.

Tips Bermain Arung Jeram

Untuk bermain arung jeram, sebaiknya kita mengikuti program yang diadakan oleh operator.

Sebab, selain semua alat disediakan, mulai dari perahu karet, pelampung, topi, dan pemandu, keamanan kita juga dijamin.

Di daerah Citarik, ada beberapa operator arung jeram yang bisa kamu pilih. Di antaranya adalah Arus Liar, Kaki Langit, Caldera, Riam Jeram, dan Cherokee.

Untuk berwisata arung jeram, syarat utama adalah kita harus suka air. Kalau kita suka dengan air, bermain air itu asyik dan bikin kita gembira.

Syarat berikutnya, lepaskan dirimu dari hal-hal rutin yang biasa menjadi beban. Belum mengerjakan tugas sekolah? 

Jangan dipikirin dulu. Kan bisa lain waktu. Siapkan dirimu hari ini untuk santai dan gembira. Dengan melepaskan diri dari beban rutin, kita bisa menikmati liburan dengan baik.

Selain persiapan mental,  jangan lupa membawa pakaian ganti. Sebab, saat arum jeram kita akan berbasah-basah terkena cipratan air.

sungai citarik

Sungai Citarik di kaki pegunungan Halimun. Sungai favorit untuk arung jeram. Foto: Sigit Poer/Bobo

Wisata arung jeram dimulai dari memilih paket wisata di bagian penerima tamu.

Setelah membayar, kita akan diperkenalkan dengan pemandu.

Sebelum dibagikan baju pelampung dan topi, kita disarankan untuk mengenakan pakaian yang ringan dan tipis.

Maksudnya, supaya kalau terkena air tidak berat dan mudah kering.

Semua barang, seperti tas, kunci, uang, dompet, kartu-kartu, HP, kamera, jam, dan barang lainnya bisa disimpan di locker yang telah disediakan.

Kacamata boleh dipakai. Pemandu akan membantumu mengikat kacamata dengan karet agar tidak mudah lepas. 

Perjalanan ke Lokasi Arung Jeram

Setelah siap  mengenakan baju pelampung, topi, dan masing-masing membawa dayung, kita akan diangkut dengan mobil pick up menuju titik start .

Perjalanan ke titik start  juga enggak kalah seru. Dengan mobil bak terbuka, kita dibawa melintasi jalan pedesaan yang sempit, berkelok-kelok, dan naik turun.

Naik mobil bak terbuka memang tidak nyaman. Tapi, kalau kita menikmati, perjalanan kita jadi seru. 

Apalagi, kalau kamu mau membayangkan  jadi anak yang tinggal di sini. Tinggal di desa yang sepi, jalannya rusak dan naik-turun.  Semua yang kamu lihat dan rasakan, bisa membuatmu tambah bersyukur.
 
Tiba di lokasi, kita diajak ke sungai. Satu persatu, kita naik di atas perahu karet. Setiap perahu, minimal dijaga 2 orang pemandu. Kalau ada anak-anak, setiap anak akan dijaga satu pemandu. (Sigit Wahyu)  - (Bersambung...)

Komentar
    Tobias Abdiman
    26-02-2012 05:33
  • Aku pengen...
    Aisyah Fitri
    21-02-2012 05:25
  • Ingin deh olahraga Arung Jeram Very Happy Rolling Eyes

Comment n Share on your facebook

Hore... Semua Basah!
Walah, Ada Wisata Kiamat?