Kamu masih ingat Badak Jawa atau Rhinoceros Sondaicus ?
Menurut kabar, sepanjang tahun 2010 kemarin, terdapat 3 ekor Badak Jawa ditemukan mati di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Banten.
Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Banten , Pak Agus Priambudi bilang, “Ketiga ekor badak jawa yang mati itu ditemukan sudah tinggal kerangka dan diduga kematiannya karena faktor alam.”
Asal kamu tahu saja, tiga kerangka badak jawa itu ditemukan di tempat yang berbeda. Kerangka pertama ditemukan pada tanggal 20 Mei 2010 di sekitar blok Nyiur.
Kerangka kedua pada tanggal 14 Juni 2010 di Cikeusik, dan kerangka ketiga ditemukan di blok Cibunar pada tanggal 28 Juni 2010.
Sedihnya, dua kerangka badak jawa yang mati itu ditemukan dalam bentuk kerangka utuh, sedangkan yang seekor lagi hanya tinggal tulang kaki dan 2 tulang rusuk.
Pak Agus bilang, kematian badak-badak Jawa itu alami, kok. Bukan karena diburu atau karena penyakit.
Dari hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Direktur Direktur of Crew and vice Presiden of Conservation and Cincinati Zoo and Botanical Garden , Dr Terry Roth pada 28 Juli 2010, membuktikan badak-badak itu tidak terkontaminasi virus atau mengidap penyakit antrax.
Nah, semoga populasi badak jawa tidak berkurang, ya!
Kabar yang menggembirakan, di tahun yang sama telah lahir 2 anak badak jawa yang berkelamin jantan dan betina.
Wah, syukurlah. Hitung-hitung ada penggantinya, ya! (Ervina/Kidnesia/Suryanto/antaranews.com)
Aneila Salitha Yunus- Jangan sampai badak Jawa punah! Mari kita lestarikan sama-sama!
18-06-2012 10:23
Azizah- Semoga, badak jawa akan selalu terlestarikan :')
5-03-2011 06:10
Comment n Share on your facebook