Senin, 27 Februari 2012
Bedanya Menulis Zaman Dulu dan Sekarang
  • Bedanya Menulis Zaman Dulu dan Sekarang
    Bedanya Menulis Zaman Dulu dan Sekarang

Ah, Bu Guru mulai menulis di papan tulis. Ayo kita mulai mencatat!

Betapa mudahnya kita mengeluarkan buku dan mulai menulis di atas kertas. Kamu tahu, orang zaman dulu tidak semudah itu untuk mencatat.

Pakai Lontar, Bukan Kertas

Dulu, orang-orang menulis di atas daun lontar. Daun lontar itu adalah daun pohon siwalan. Kamu tahu buah siwalan? Buah itu banyak dijual di gerobak-gerobak di pasar.

Buahnya warna cokelat tua. Daging buahnya putih dan rasanya mirip nata de coco. Nah, daunnya itu dipetik, dijemur, direbus supaya awet, dan dikeringkan untuk menjadi selembar kertas.

Prosesnya panjang sekali sampai daun lontar itu bisa ditulisi. Mereka menyebut per lembar lontar itu sebagai lempir .

Mengukir aksara di atas lontar

Mengukir aksara di atas lontar dengan pengropak (Foto: Ricky Martin - Potret Negeriku)

Pakai Pengropak , Bukan Pena

Nah, setelah lempir-lempir lontar siap, keluarkan pena! Eh… salah! Zaman dahulu belum ada pena.

Untuk menulis di atas lontar, kita perlu pengropak. Bentuknya malah seperti pisau ukir. Sama sekali tidak ada mata penanya, apalagi tinta.

Mengukir, Bukan Menulis

Yap, zaman dulu orang tidak menulis. Mereka mengukir aksara di atas lempir  lontar dengan pengropak . Tentu aksaranya beda juga dengan aksara zaman sekarang.

Mereka memakai aksara kuno sesuai bahasa tempat mereka menulis. Misalnya, Bali kuno, Jawa kuno, dan lain-lain.

Setelah selesai mengukir semua yang ingin disampaikan di atas lempir lontar, mereka menghitamkan lempir dengan jelaga kemiri! Aiih belepotan, deh, jadinya. Hitam-hitam semua. 

Diberi Kemiri

Tak ada kemiri, pakai arang juga bisa ^ ^ (Foto: Ricky Martin - Potret Negeriku)

Setelah itu, dengan minyak sereh, lempir  lontar dilap. Wooow ajaib!

Jelaga kemiri itu menempel di dalam ceruk ukiran aksara, sementara jelaga di luar ukiran-ukiran aksara itu terlap bersih.

Jadi, deh, aksara-aksara itu terpampang jelas, terukir rapi di atas lempir lontar.  

Menambah Ukiran, Bukan Menghapus

Namanya juga manusia, pasti pernah salah tulis. Kalau sekarang, sih, enak. Kalau salah, tinggal kita hapus atau olesi tip-ex .

Bagaimana jika di atas lempir  lontar? Kita mencoret huruf yang salah dan mengukir huruf yang benar di atas huruf yang salah. 

Fiuuhh… coba banyakan, kalau setiap kali harus mencatat, kita harus mengukir aksara di atas lempir lontar. Orang zaman dulu sabar-sabar, ya!  (dikha*)

    Aisyah Fitri
    9-03-2012 08:17
  • Kita harus bersyukur dengan zaman sekarang Very Happy
    annisa tya
    2-03-2012 07:45
  • hebat Exclamation
    Adinda Eine Azalia
    29-02-2012 03:57
  • Very Happy
    Farah Qurrota
    27-02-2012 02:09
  • waw, rame pastinya klo aku ada di zaman dulu, kan katanya org dulu sabar2? nah aku maunya jdi anak yg sabar, jadi mau di zaman dulu.. hihi, ga mungkinlaah

Comment n Share on your facebook