Kamis, 25 April 2013
Kampung Budaya Sindang Barang
  • Kampung Budaya Sindang Barang
    Kampung Budaya Sindang Barang

Kampung budaya Sindangbarang yang terletak di kabupaten Bogor Jawa Barat, merupakan Kampung Tertua untuk Wilayah kota dan kab Bogor.

rumah adat

Di Sindangbarang setiap satu tahun sekali diselenggarkan upacara adat Seren Taun. Upacara ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan Yang Maha Esa, atas hasil panen dan hasil bumi yang diperoleh dalam setahun.

Di Kampung budaya Sindangbarang terdapat 8 macam kesenian Sunda yang telah direvitalisasi dan  dilestarikan oleh para penduduknya. Disini terdapat pula situs-situs purbakala peninggalan kerajaan Pajajaran berupa bukit-bukit berundak.

Kampung budaya ini juga menyelenggarakan pelatihan tari dan gamelan untuk generasi muda secara gratis, lo. Tujuannya untuk melestarikan seni budaya yang ada di sini.

Anak-anak muda yang telah mahir di bidang kesenian masing-masing, akan dilibatkan dalam pementasan menyambut tamu. Hal ini tentunya akan menambah penghasilan untuk mereka sendiri.

Saat ini, rumah-rumah adat dan tradisi di Kampung Budaya Sindangbarang telah direkontruksi dan direvitalisasi dengan

kesenian di kampung budaya

bimbingan dan petunjuk dari Bapak Anis Djatisunda, seorang sesepuh Sindangbarang dan Budayawan Jawa Barat.

Revitalisasi budaya dan rumah-rumah adat tersebut memang perlu dilakukan agar orang Sunda tidak kehilangan jatidirinya.

Dengan berkunjung ke Kampung Budaya Sindangbarang berarti kita telah membantu memperpanjang usia bangunan-bangunan adat kami dan melestarikan kesenian tradisional Sunda. 

Nilai Sejarah :

Sindangbarang sudah ada sejak jaman Kerajaan Sunda lebih kurang abad ke XII berdasarkan sumber naskah Pantun Bogor dan Babad Pajajaran.

upacara adat

Tempat ini merupakan salah satu daerah penting kerajaan sunda dan pajajaran, karena terdapat salah satu keraton kerajaan tempat tinggalnya salah satu istri dari prabu Siliwangi yang bernama Dewi Kentring Manik Mayang Sunda.

 Sedangkan penguasa sindangbarang saat itu adalah Surabima Panjiwirajaya atau Amuk Murugul. Bahkan Putra Prabu Siliwangi dan Kentring Manik Mayang Sunda yang bernama Raden Surawisesa lahir dan dibesarkan di Sindangbarang.

Sampai saat ini masih ada peninggalan purbakala berupa Taman Sri bagenda di Sindangbarang, yaitu taman yang berupa kolam dengan panjang 15 X 45 meter, dan memiliki 33 buah titik Punden Berundak.

Teks: Annis Annisa Dewi, Sumber Foto: kp-sindangbarang.com

Comment n Share on your facebook