Kamis, 03 Oktober 2013
Masakan Lambang Keberuntungan
  • Masakan Lambang Keberuntungan
    Masakan Lambang Keberuntungan
lontong4

Namanya merupakan gabungan antara makanan Indonesia dan perayaan hari besar Cina. Rasa lontongnya enak dengan kuah santan yang lezat. Belum lagi tambahan beberapa lauk yang sangat enak.

Lontong  capgo meh  memang luar biasa rasanya.Apalagi kalau kita makan pelan-pelan dan menikmati setiap suapannya.

Jawa dan Cina

Lontong cap go meh memang lahir dari perpaduan dua budaya, Jawa dan Cina. Sejak zaman Majapahit, banyak orang dari Daratan Cina datang ke Pulau Jawa. Para pria dari Cina itu mendaratdi Pekalongan, Semarang, Lasem, dan Surabaya.

Banyak dari mereka yangkemudian menikah dengan perempuan dari kota-kota pelabuhan itu. Kemudian lahirlahperpaduan budaya yang indah, budaya peranakan.

lontong2

Nah, itu jugalah yang membuat munculnya makanan lezat seperti cap go meh. Masakan ini muncul saat orang peranakan sedikit mengubah masakan Jawa yang lezat, menjadi masakan baru yang tak kalah lezat.

Lontong cap gomeh  tidak ditemukan di masyarakat di peranakan Kalimantan, Sumatera, dan Semenanjung Malaysia, makanan ini hanya ada di Jawa. Namun lontong cap gomeh dikenal juga sebagai masakah khas Betawi, karena kebudayaan Betawi pun dipengaruhi kebudayaan Cina,

lontong3

Membawa Keberuntungan

Pada saat perayaan hari  cap gomeh  (15 hari setelah Imlek), kaum peranakan mengganti yuanxiao  atau bola-bola dari tepung beras dengan lontong. Lalu ditambahkanlah masakan Jawa yang luar biasa enak seperti opor ayam, telur pindang, dan sambal goreng. Masakan ditaburi acar, bubuk kedelai, lalu dilengkapi sambal dan kerupuk.

Lontong cap gomeh  dipercaya sebagai makanan keberuntungan. Lontongnya yang panjang melambangkan panjang umur. Telur melambangkan keberuntungan. Kuah santan dengan kunyit berwarna keemasan melambangkan emas.

Mau makan lontong cap gomeh ? Tak usah menunggu hari cap go meh . Saat ini sudah banyak rumah makan yang menyajikannya. Kapan pun kita mau, kita bisa menikmati masakan yang kaya ini.

Teks dan foto : Renny Yaniar

comments powered by Disqus