Sabtu, 04 Mei 2013
Perahu Jukung, Perahu yang Aman
  • Perahu Jukung,  Perahu yang Aman
    Perahu Jukung, Perahu yang Aman

Siapa yang pernah naik perahu waktu berwisata ke pantai? Perahu yang digunakan, biasanya perahu jukung.

RIC_7391

Perahu jukung di Teuk Kiluan, Lampung.

Perahu jukung adalah perahu kayu. Bentuknya ramping dengan panjang sekitar 8 meter dan  lebar sekitar setengah meter.

Di perairan dan di rawa-rawa, perahu jurung sering tidak dilengkapi cadik. Tetapi di lautan yang dalam, perahu ini biasanya dilengkapi dengan sayap pelampung atau cadik.

Oleh karena itu, perahu jukung yang dilengkapi dengan cadik ini sering juga disebut perahu cadik.

Sepasang cadik ini berfungsi sebagai pelampung, sehingga perahu yang ramping itu tidak tenggelam ketika terkena ombak.

Zaman dulu, perahu jukung berjalan dengan tenaga angin dengan cara membentangkan layarnya. Laju dan arah perahu bisa dikendalikan dengan mengatur posisi layar.

perahu jukung

Perahu jukung bali. Sumber foto: Wikipedia

Sekarang, perahu jukung biasanya dilengkapi mesin dengan motor tempel. Dengan motor tempel, nelayan bisa membawa perahunya ke arah manapun. Tidak  tergantung angin.

Kata bapak-bapak nelayan, perahu jukung yang dilengkapi cadik menurut pengalaman mereka merupakan perahu paling aman. Selain itu, perahu ini juga dikenal lincah dan mudah dikendalikan.

Nesi pernah naik perahu jukung ini di laut dalam. Waktu itu, Nesi berlayar untuk memotret lumba-lumba di Teluk Kiluan,  Lampung.

Di tengah gelombang-gelombang besar, perahu ini dengan lincah menerjang ombak sambil berayun-ayun di antara ombak. Istimewanya lagi, naik perahu jukung itu tidak bikin kepala pusing, lo.

Dalam Wikipedia, perahu ini juga disebut canoe.  Di Filipina, perahu serupa jukung disebut bangka.  Menurut penelitian, perahu jukung adalah perahu tradisional khas Indonesia. Sejak dulu, nenek moyang nelayan kita mencari ikan di laut dengan perahu jukung dengan mengandalkan arah angin.

Sekarang, perahu jukung banyak digunakan nelayan untuk mengantarkan wisatawan menyelam atau bersnorkeling di taman laut atau terumbu karang.

Editor: Sigit Wahyu, Foto: Ricky Martin

Comment n Share on your facebook