Selasa, 02 Agustus 2011
Ruwahan Apeman
  • Ruwahan Apeman
    Ruwahan Apeman

Banyak cara yang dilakukan masyarakat Indonesia untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Begitupula dengan warga asal Yogyakarta.

ruwahan apeman

Ramai-ramai, mereka membagikan kue apem kepada warga. Foto: antaranews

Community of Malioboro (COMA) merayakan kedatangan Ramadhan dengan menggelar Festival Ruwahan Apeman yang berlangsung, Rabu-Sabtu (27-30/7/2011 ) beberapa waktu lalu.

Ruwahan Apeman merupakan sebuah tradisi yang sudah dikenal masyarakat Jawa. Karena itu, tradisi ini dilestarikan. Salah satunya dengan menggelar Festival Ruwahan Apeman Malioboro.

Tujuan dari festival ruwahan ini agar tercipta silaturahmi antar masyarakat serta langkah untuk meningkatkan kualitas pariwisata dan budaya.

Festival Ruwahan Apeman Malioboro 2011 diikuti peserta dari 14 kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta serta para pedagang lesehan Malioboro.

Para peserta akan membagi apem di atas jodang (sejenis keranjang) dan tambir (sejenis kukusan atau cekungan bulat yang terbuat dari anyaman bambu) kepada masyarakat.
Apem diarak dari gedung DPRD menuju Kepatihan. Kenapa yang dipilih kue apem? 

Nah, masyarakat percaya dengan memasak kue tradisional itu, berarti menyimbolkan permohonan maaf atas seluruh kesalahan dan dosa.

Karena itulah apem diarak dan dibagi-bagikan kepada masyarakat yang menyaksikan. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian. (Annisa/Kidnesia/Yogyanews)

    Ananda Azizah Fauziyyah
    2-08-2011 11:00
  • Very Happy

Comment n Share on your facebook