Rabu, 26 Oktober 2011
Silat Cingkring Ki Goning
  • Silat Cingkring Ki Goning
Silat Cingkrik

Ciaaat...ciaat , berlatih silat Cingkring.

Hampir tiap kampung di Betawi dulu memiliki jawara silat.

Banyak jawara mengembangkan jurus silat yang ia pelajari dari gurunya. Tidak heran, banyak sekali berkembang aliran silat di Betawi.

Salah satu aliran silat Betawi yang masih berkembang sampai saat ini misalnya silat cingkrik. Silat cingkrik cukup lestari. Sebab, masih cukup banyak anak yang mau mempelajarinya.

Ki Goning

Ki Goning adalah nama guru silat cingkrik yang cukup terkenal. Nama itu digunakan karena guru silat cingkrik di perguruan ini mewarisi jurus-jurus yang dikembangkan Ki Goning.

Latihan diadakan dua kali seminggu mulai pukul 20.00—22.00 Wib. Murid-murid berlatih secara bergantian. Biasanya, yang pertama berlatih adalah anak-anak.

Bagi orang dewasa, latihan kadang berlangsung hingga tengah malam. Latihan diadakan di tanah kosong, di kampung Sukabumi Utara, Jakarta Barat.

Menjaga Hati

Silat Cingkrik

Berlatih silat bukan untuk gagah-gagahan tapi untuk menjaga hati.

Silat bukan untuk gagah-gagahan. Silat berfungsi sebagai olahraga dan beladiri. Bagi perguruan cingkrik Ki Goning, silat juga dimaksudkan membangun ketakwaan.

“Orang yang belajar silat harus menjaga hati. Tidak boleh memperturutkan emosi.

Jika mau belajar silat, syaratnya rajin mengaji, rajin sholat, patuh kepada orang tua, dan saling menghormati sesama teman,” jelas Haji Abidin, salah satu guru silat di sana.

Sang guru akan menguji calon murid ini. Ujiannya sederhana. Calon murid diminta melakukan gerakan memukul, menendang, menangkis, dan menghindar semampunya. 

Dari situ, akan kelihatan apakah calon murid ini bakatnya bagus atau biasa-biasa saja. Ini akan menentukan bagaimana cara murid itu belajar silat di sana.

Kecepatan Gerak

Silat cingkrik sangat mengandalkan kecepatan gerak. Cingkrik berasal dari kata jingkrak jingkrik yang berarti gerak-gerik.

Konon, ini terilhami gerakan monyet yang lincah. Gerakan silat cingkrik cepat dan bertenaga. Karena geraknya indah, sepintas terlihat seperti tarian. Namun, setiap gerakan itu memiliki fungsi bertahan dan menyerang sekaligus.

Teks: Joko*, Foto: Riomanadona*, Narasumber: Haji Abidin, Ketua Sekretariat Perguruan Silat Cingkrik Ki Goning, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Logo Potneg
comments powered by Disqus