Rabu, 17 Oktober 2012
Tradisi Menyirih dan Tempat Sirih
  • Tradisi Menyirih dan Tempat Sirih

   

Dayak Menyirih

Seorang wanita Dayak sedang menyirih (foto Vero)

Pernah melihat orang menyirih? Menyirih adalah mengunyah campuran daun sirih, pinang, kapur, gambir, tembakau, dan beberapa bahan lainnya selama beberapa menit. Lalu, diludahkan. Biasanya, ludah itu berwarna merah sehingga gigi orang yang biasa menyirih pun akan berwarna merah.
Tradisi Suku Bangsa
   Menyirih disebut juga menginang. Menyirih adalah tradisi di beberapa negara di Asia. Menurut sejarah, tradisi ini sudah ada sejak berabad-abad lalu. Menyirih awalnya dilakukan bangsa Cina dan India. Kemudian menyebar ke negara-negara Asia yang lain. Salah satunya, Indonesia.
   Di Indonesia, tradisi menyirih dilakukan oleh hampir di seluruh daerah, dari Sabang sampai Merauke. Tradisi ini dilakukan rakyat jelata, golongan bangsawan, hingga keluarga kerajaan.
   Menyirih merupakan kegiatan sehari-hari yang dilakukan saat sedang ngobrol atau bersantai. Menyirih juga dilakukan pada upacara-upacara adat. Misalnya, upacara kelahiran, kematian, meminang, pernikahan, dan upacara menyambut tamu.
Tempat Sirih
  

Tepak Sirik

Tepak Sirih dan isinya dari Minangkabau (foto Ricky Martin)

Untuk menyimpan perlengkapan menyirih, ada tempat khusus. Tiap daerah punya tempat sirih yang berbeda-beda. Baik dari nama maupun bahannya.   
   Suku Melayu di wilayah Sumatera biasa menyebut tepak sirih untuk tempat seperangkat alat menyirih. Tempatnya dibuat dari bahan kuningan, perak, bahkan ada yang terbuat dari emas. Bentuknya ada yang bulat, ada juga yang kotak.
   Di Nias, tempat sirih disebut bolanafo. Bola artinya tempat. Afo artinya lima. Maksudnya lima bahan campuran menyirih. Bolanafo dibuat dari anyaman rumput-rumput rawa.
   Orang Sunda menyebut tempat sirih  telepok. Ada juga yang menyebutnya wadah  seureuh. Telepok atau wadah seureuh terbuat dari anyaman daun pandan berbentuk kotak yang diberi penutup dari bahan yang sama.
   Orang jawa menyebutnya pakinangan. Pakinangan terbuat dari bahan logam.
   Hajut adalah tempat sirih orang batak. Hajut terbuat dari rangkaian manik-manik berwarna-warni indah.
   Tempat sirih orang Ambon terbuat dari kayu yang dihiasi dengan bunga cengkeh kering.
   Oko Mama adalah tempat sirih dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Oko mama dianyam dari daun lontar. Bagian luarnya dilapisi dengan manik-manik yang membentuk sebuah motif.
   Di Bima, NTB, tempat sirih disebut salapa. Salapa terbuat dari logam kuningan, perak, atau emas. Bentuknya kotak .
   Bokoa Iben terbuat dari anyaman bambu atau rotan. Bokoa iben adalah tempat sirih dari daerah Rejang Lebong, Bengkulu.
   Orang Dayak di Kalimantan Timur menyebut tempat sirih, penginangan. Penginangan terbuat dari anyaman bambu atau rotan. Orang Dayak lain penginangannya terbuat dari rangkaian manik-manik warna-warni.  (aan*)

comments powered by Disqus