Duh, kalau tahun baru Imlek, ada yang selalu Nesi tunggu-tunggu.
Apa itu? Ya, Kue Keranjang. Hehehehe.. Kamu tahu tidak? Kue keranjang itu enak, lho, rasanya. Manis, legit, dan enak.
Kue Keranjang disebut juga Nian Gao. Kue ini disebut juga kue tahunan karena hanya dibuat setahun sekali, yaitu menjelang tahun baru imlek.
Hm, menurut ilmu etimologi, Nian itu berarti 'tahun' dan Gao berarti 'kue'. Nian Gao terdengar seperti kata tinggi. Makanya, kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu.
Nah, orang Tionghoa percaya, semakin tinggi susunannya, makin banyak rejeki dan kemakmuran yang didapatkan.
Kue keranjang atau Nian Gao ini dicetak dalam wadah yang berbentuk keranjang dan terbuat dari tepung ketan dan gula. Kenyal, lengket, legit, dan manis rasanya. Nyam, nyam, enaaak..
Kue ini merupakan salah satu jenis kue yang wajib ada dan digunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur.
Makanya, kue ini enggak boleh dimakan sampai perayaan Cap Go Meh tiba. Dan hebatnya, kue ini enggak basi, lho! Meski didiamkan selama itu.
Namun, di negeri Cina sana, kue keranjang justru dimakan sebelum orang yang merayakan Imlek menyantap nasi.
Sebab, mereka percaya dengan memakan kue keranjang ini bisa selalu beruntung sepanjang tahun.
Konon, pada awalnya kue ini dipercaya sebagai hidangan untuk menyenangkan Dewa Tungku agar ia membawa laporan yang menyenangkan kepada raja Surga.
Bentuknya yang bulat itu juga bermakna agar keluarga yang merayakan imlek dapat bersatu dan rukun selalu dalam menghadapi tahun yang baru.
Nah, kamu sudah makan kue keranjang belum? (Ervina/Kidnesia/berbagai sumber/ foto: Kidnesia.com)