Wuiiih, butuh perjuangan yang berat untuk mengibarkan bendera pusaka merah putih tepat pertama kalinya di hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Bendera pusaka itu menjadi simbol perjuangan bangsa yang sangat berharga. Jadi, tidak boleh jatuh ke tangan penjajah. Salah satu bukti betapa berharganya bendera pusaka adalah saat terjadi Agresi Militer II tahun 1948 di Yogyakarta.
Waktu itu, Presiden Soekarno diasingkan ke Bangka. Sementara itu, Jenderal Sudirman sedang berperang gerilya. Nah, kepemimpinan di Istana Negara, Yogyakarta pun kosong.
Saat itulah, bendera pusaka harus diselamatkan. Kalau sampai jatuh ke tangan Belanda, Indonesia bisa kehilangan kemerdekaan lagi.
Akhirnya, bendera pusaka diselamatkan dengan cara disobek menjadi dua bagian! Bagian merah dan putih pun terpisah. Kedua bagian itu dibawa ke Jakarta oleh dua orang dengan jalur yang terpisah dan berbeda.
Hal itu dilakukan supaya keberadaan bendera tidak diketahui Belanda dan lebih aman. Kedua orang itu menempuh perjalanan yang panjang, melalui pelosok desa dan menyusuri jalan-jalan kecil.
Mereka pun berhasil dan bendera pusaka dijahit kembali oleh Ibu Fatmawati. Kemerdekaan pun milik Indonesia sampai saat ini! (Lita/Bobo/Annisa/Kidnesia)