Puasa Di Tenda Pengungsi

Letusan gunung Sinabung, di Kecamatan Karo, Sumatera Utara, Minggu dini hari (29/8/2010) tidak membuat warga yang mengungsi kehilangan semangat untuk puasa, lho.

Berteduh di tenda-tenda yang penuh dan sesak dan berbekal makanan seadanya, seperti mie instan, mereka tetap ikhlas menjalankan ibadah puasa.

Hanya mie instan dan nasi seadanya yang bisa langsung dikonsumsi. Begitu juga dengan mereka yang tidak berpuasa, makan dengan menu tersebut.

Gunung Sinabung warga

Walaupun makanan seadanya, pengungsi tetap berpuasa. Foto: ruang hati

Warga telah mengungsi sejak Minggu malam. Bantuan bahan makanan dari pemerintah pun baru sampai Senin sore (30/8/2010).

Sebelumnya, warga hanya mengandalkan bantuan dari sukarelawan dan para donatur, seperti anggota DPRD Sumut.

Mereka mendapatkan bantuan berupa mie instan, beras, air, biskuit, gula pasir dan minyak makan.

Para pengungsi juga tidak mau berdiam diri, mereka membuat dapur umum untuk menyiapkan makanan. Kegiatan yang sama juga dilakukan di lokasi pengungsi letusan Gunung Sinabung yang lainnya.

Tidak semua pengungsi beruntung dan merasakan tidur di tenda. Beberapa pengungsi terpaksa bermalam di luar ruangan dengan hawa dingin yang menusuk tulang.

Hal ini terjadi karena beberapa lokasi pengungsian sudah penuh kapasitasnya.

"Mudah-mudahan ada tempat kosong nanti. Kalau tidak, tidur di emperan sajalah. Soalnya tempat sudah penuh," ungkap salah seorang pengungsi di Jambur Lige, Jonson Sinulingga yang dikutip dari Okezone.com.

Sejumlah pengungsi laki-laki di lokasi pengungsian yang berada di Jalan Mariam Ginting, Kabanjahe tersebut terpaksa tidur di luar ruangan, karena tempat beristirahat penuh.

Mereka mengutamakan pengungsi ibu-ibu dan anak-anak agar tidak kedinginan. Semoga saja, letusan Gunung Sinabung segera berakhir dan warga pun bisa kembali ke rumah masing-masing. Kita doakan, yuk! (Annisa/Kidnesia/berbagaisumber)

Komentar

Comment n Share on your facebook

Hujan Debu Di Medan
Ribuan Warga Mengungsi dari Sinabung