Letusan gunung Sinabung yang mengeluarkan lava dan abu, hari Minggu (29/8/10) membuat warga segera menyelamatkan diri. Mereka berlari-lari tanpa sempat menyelamatkan harta benda dan menuju tempat yang lebih aman.
Menurut situs Kompas.com , ribuan warga dari Desa Sukanalu, Kate Gugung, Singgarang-garang, Simacem, Bekrah, Sukameriah, Gurkinayan, Perbaji, Mardingding di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Payung, Kecamatan Tiga Ndreget, dan Kecamatan Namantran, dievakuasi meninggalkan rumah mereka menuju Kabanjahe dan Brastagi menggunakan truk Dalmas, ambulans, dan truk milik Satpol PP Pemkab Karo.
Wah, betapa paniknya semua penduduk di malam itu! Seolah-olah, kiamat akan datang! Warga yang mengungsi berkumpul di jalan-jalan di Brastagi dan Kabanjahe.
Sebagian besar warga hanya membawa pakaian di badan, sedangkan harta benda ditinggalkan di rumah mereka.
Debu vulkanik itu juga menghampiri warga. Banyak warga yang terkena hujan debu itu.
Sementara di persimpangan Sukanalu, beberapa polisi dan petugas hansip menjaga dan melarang setiap orang yang datang untuk melihat keadaaan gunung yang yang meletus itu dari dekat.
Menurut salah seorang warga, Rawin Sembiring, yang dikutip dari Kompas.com mengatakan sejak terjadi letusan, warga desa sudah dievakuasi, sedangkan ia berjaga agar tak ada penjarahan di rumah-rumah warga.
Dia mengatakan, saat letusan terjadi, dirinya sedang berada di rumah. Letusan tersebut, kata dia, diiring suara gemuruh dan lelehan lava pijar dari kawah gunung. "Kayak bola api, lava itu turun sampai ke bawah, kami panik dan berlarian," katanya.(Deddy Sinuhaji/Kompas.com/Annisa/Kidnesia)
Oh, iya, ada yang tahu bagaimana kabar teman-teman kita yang ada di sekitar Gunung Silabung?