Pada tanggal 9 Juli 2009 lalu, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan uang kertas baru sebagai alat pembayaran yang sah. Kali ini adalah uang pecahan 2.000 rupiah.
Uang Rp 2.000 ini bergambar Pahlawan Nasional Pangeran Antasari di bagian depan. Bagian belakangnya ada gambar tari khas suku Dayak.
Pangeran Antasari dan Dayak adalah tokoh dan seni budaya asal Kalimantan Selatan. Sesuai dengan gambar-gambar khas Kalimantan Selatan, uang ini pun pertama kali diperkenalkan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Pecahan baru ini adalah uang kertas emisi tahun 2009. Warna yang dominan adalah abu-abu. Unsur pengaman pecahan Rp 2.000 adalah tanda air bergambar Pangeran Antasari. Selain itu ada juga benang pengaman yang tertanam di kertas uang. Tulis yang tertera adalah BI2000 berulang-ulang. Kalau ditaruh di bawah sinar ultraviolet, warnanya jadi merah.
Meski tidak bisa melihat, masyarakat tuna netra tetap bisa mengetahui pecahan uang ini. Caranya dengan menyentuh kode tertentu (blind code ) di samping kanan bagian depan uang. Bentuknya adalah kotak persegi panjang yang dicetak secara intaglio.
Apakah kamu memperhatikan gambar-gambar di pecahan uang lain? Kesamaan dari semua pecahan uang adalah gambar berbagai pahlawan nasional. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada para pahlawan dan untuk turut serta melestarikan budaya bangsa. (Indy/Kidnesia/Sumber: Bank Indonesia)