Upacara Peringatan HUT RI ke-65 segera dimulai. Senyum terus terlihat di wajah manis Kak Arty Ardhila. Ketegangan kak Arty sama sekali terlihat. Penuh percaya diri, ia melangkah menuju podium.
Di podium itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati Boediono, dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II berdiri.
Kak Arty, begitu nama panggilannya, bersiap membawa baki yang berisi Bendera Merah Putih dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Perlahan tiap anak tangga dilalui dengan hati-hati.
Tak lama kemudian, ia melangkah menuju tiang bendera. Dan berkibarlah Sang Merah Putih Selasa (17/82010).
Kak Arty Ardhila, pelajar SMAN 1 Bengkalis, Riau, sudah bertekad untuk bisa menjadi anggota Paskibraka di Istana Merdeka sejak tahun lalu. Karena itu ia sangat senang ketika impiannya benar-benar terkabul.
"Senang banget bisa tampil di hadapan Presiden dan pejabat-pejabat. Ini pengalaman yang tak terlupakan," ujar siswa kelas III IPA ini berseri-seri yang dikutip dari Kompas.com.
Selama tiga minggu penuh, Kak Arty dan anggota Paskibraka lainnya harus mengikuti berbagai latihan dan karantina di Cibubur. Selama itu, Kak Arty tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga karena alat komunikasi dan kamera disita panitia. Meski begitu, siswa kelahiran 2 Januari 1993 tetap bersemangat menjalani karantina.
Orang tuan Kak Arty pun hanya bisa melihat putri tercintanya ini dari televisi. Menurut Kak Arty yang dikutip dari Kompas.com, mereka tidak punya danan untuk terbang ke Jakarta dan menonton putri tercintanya itu.
Kegiatan sehari-hari Kak Arty saat ini, adalah sekolah dan aktif di kelompok marching band milik Pemda Bengkalis.
Oh, iya, setelah lulus dari SMA, Karty berniat untuk melanjutkan kuliahdi universitas di ibu kota provinsi di Riau. "Saya mau ambil jurusan Sastra Inggris di Unsri. Dengan bahasa Inggris, saya bisa menjual Indonesia ke luar negeri," kata Runner-up 1 Bujang-Dara Riau 2010.
Sukses selalu ya, Kak Arty! Siapa yang mau menyusul jejak Kak Arty? Latihan dan kerja keras, itu kuncinya! (Hindra Liauw/Kompas.com/Annisa/Kidnesia)