Australia dilanda badai debu. Kota Sydney diselimuti kabut debu berwarna oranye. Badai debu ini adalah badai terburuk dalam 70 tahun terakhir.
Debu Oranye
Hari Rabu, 23 September 2009 lalu, badai debu oranye melanda Australia. Penyebab bencana itu adalah tiupan angin kencang yang menerbangkan berton-ton lapisan permukaan tanah. Debu-debu ini terbang sejauh 1.167 km. Asalnya dari dua negara bagian: Queensland dan New South Wales.
Hari Selasa, debu membuat gelap kota Broken Hill yang letaknya di pedalaman New South Wales. Rabu tengah hari, badai yang membawa sekitar 5 juta ton debu itu juga menyebar ke bagian selatan Negara Bagian Queensland.
Akibat dari badai debu tersebut, banyak warga yang sulit bernafas. Menurut para pencinta lingkungan hidup, badai debu itu akibat pemanasan global.
Pengalaman Nikki
Seorang teman dari Sydney, Australia bernama Nikki (11 tahun) bercerita tentang pengalamannya.
"Namaku Nikki. Aku tinggal di Sydney utara, tempat badai debu terjadi. Aku terbangun pukul 06:00 ketika kakak perempuanku melompat ke tempat tidur. Katanya aku harus cepat bangun dan melihat keluar.
Bangun karena kaget itu kan rasanya sudah buruk, ya. Tapi lebih buruk lagi pemandangan di luar. Lebih menakutkan daripada film horror!
Debu ada di mana-mana. Matahari jadi terlihat merah seperti darah. Tidak kuning seperti biasanya. Semua orang keselek debu dan terus batuk-batuk. Harusnya aku pergi sekolah, tapi mama bilang aku harus tetap tinggal di rumah.
Pada jam makan siang, badai sudah selesai. Tinggal sisa-sisa lapisan oranye dan debu merah di atas semua benda.
Mobil kakak perempuanku warnanya putih. Mobil ayah warnanya biru. Dua-duanya jadi oranye! Padahal kakakku baru saja mencuci mobilnya kemarin!"
Nesi terpikir satu hal. Dengan begitu banyak debu, kasian juga para penyapu jalanan. Bayangkan berapa banyak debu yang harus mereka sapu!
(Kidnesia/Sumber: CBBC News Round
, Kompas. Foto: dailymail.co.uk)