Apa itu El Niño (baca: el ninyo)? Mengapa semua orang membicarakannya?
El Niño adalah pola iklim yang melibatkan permukaan laut dan atmosfer di Samudera Pasifik. Dalam bahasa Spanyol, El Niño artinya “the Christ Child.” Nama ini diberikan oleh nelayan Mexico yang memperhatikan keanehan pola iklim yang sering terjadi di bulan Desember.
El Niño terjadi ketika pertukaran angin yang lemah menyebabkan air yang lebih hangat dari Pasifik barat mengalir menuju timur. Apa yang terjadi pada lautan mempengaruhi atmosfer. Suhu air yang panas menyebabkan udara di atas lautan menjadi panas dan lembab. Akibatnya adalah munculnya badai-badai tropis. Semakin panasnya udara, maka semakin besar dan kuat badai yang dihasilkan. Kalau air hangat dari Pasifik barat bergerak ke timur, maka awan-awan dan hujan badai besar pun bergerak ke sana. Kenaikan suhu 1 derajat Celsius saja sudah menandakan datangnya El Niño.
Dampak El Niño berbeda di beberapa negara. Ketika Peru mengalami curah hujan tinggi, Indonesia mengalami kekurangan hujan karena air tersedot ke daerah Pasifik barat sehingga menimbulkan kemarau kering yang berkepanjangan di Indonesia. Keanehan cuaca di Indonesia sebetulnya dipengaruhi oleh letak geografis yang diapit dua samudera dan dua benua. Masing ingat berita kebakaran hutan di Pulau Kalimantan? Kebakaran sebagian besar disebabkan oleh kekeringan dan suhu yang amat panas. Di Indonesia, El Niño tahun ini diperkirakan akan berlangsung dari awal Agustus hingga Oktober.