Wuuusssh, angin bertiup kencang menyapu apa saja yang dilewatinya. Awalnya, hanya debu, lama-lama, sampah yang berserakan, tahu-tahu, dahsyatnya si angin mampu merobohkan ranting-ranting pohon di tepi jalan. Ah, inikah yang disebut badai?
Musim hujan telah datang. Ia datang bersama angin kencang yang akhirnya menjadi badai. Seperti yang terjadi akhir-akhir ini, angin bahkan mampu merobohkan papan reklame di tol maupun di pinggir jalan raya. Inilah yang disebut sebagai Badai tropis Idggy.
Badai tropis Idggy berasal dari Australia. Nama itu tidak mempunyai arti khusus, hanya diambil secara acak dari nama orang yang biasa digunakan di Australia.
Dilihat dari situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (meteo.bmkg.go.id), badai tropis biasa terjadi di laut.
Badai ini mempunyai ukuran diameter sampai ratusan meter dan bisa bertahan satu hingga 30 hari. Wow, lama sekali!!!
Badai tropis Iggy terjadi karena adanya suhu hangat di permukaan laut. Hangatnya suhu menyebabkan tekanan rendah di laut, sehingga terjadi perputaran atau pusaran air laut.
Kita bisa menentukan badai tropis kalau kecepatan angin di atas 35 knot per jam dan suhunya hangat di permukaan laut.
Sebenarnya, ada banyak hal bisa dijadikan ukuran untuk melihat terjadinya badai tropis. Misalnya, jika gerakan angin bertiup seperti keong, melingkar-lingkar di atas permukaan laut atau di udara bebas.
Nah, rupanya si Badai Idggy ini bisa muncul di musim kemarau. Lalu, gerak si badai dari Australia juga dipengaruhi dari gerak semu matahari.
Artinya posisi matahari akan mendorong terjadinya pusat badai Iggy. Contohnya, nih, saat terjadi banjir besar-besaran di Thailand dan Filipina. Saat itu, matahari ada di bagian selatan dan badai Idggy terjadi di bagian Utara.
Sekarang, pusat badai sudah mulai berjalan ke arah selatan dan itu dekat dengan Nusa Tenggara Timur. Tentunya, hal ini membuat daerah selatan Indonesia juga ikut-ikutan didatangi Badai Idggy.
Tapi, tak jarang juga, hembusan angin dari Badai Idggy justru membuat curah hujan jadi lebih kecil. Kecepatan angin mampu mencegah turunnya hujan deras.
Hujan rintik-rintik sesaat lalu disusul dengan angin kencang. Begitu seterusnya. Menurut Badan Metereologi Geofisika (BMG), badai ini masih terus terjadi sampai awal Februari 2012 mendatang.
Kita tetap waspada, yah, agar terhindar dari Badai tropis yang satu ini. (Annisa/Kidnesia/berbagaisumber)