Berkunjung ke Desa Rabak

Teman-teman, Nesi baru saja berkunjung ke sebuah desa bernama Desa Rabak. Desa ini terletak di Kecamatan Rumpin, Bogor.

Desa Rabak

Perjalanan ke Desa Rabak itu jauh sekali, melewati jalan-jalan bukit seprti ini.

Hmm, lokasinya memang di Bogor tapi desa itu berada jauh dari kota Bogor, benar-benar ada di pelosok.

Nesi harus menempuh perjalanan yang sangat panjang. Pepohonan, bukit-bukit hijau, serta sawah-sawah penduduk terlihat di sepanjang jalan.

Jalanan menuju Desa Rabak tidak semulus jalanan ibukota, banyak jalanan rusak dan berlubang. Jadi, harus lebih berhati-hati. Ah, meski begitu, Nesi tetap semangat dan ceria.

Apa yang akan dilakukan Nesi di Desa Rabak? Nesi dan kakak-kakak wartawan mendapat undangan dari Tango Peduli Gizi Anak Indonesia  untuk mengunjungi dan melihat langsung keadaan anak-anak di desa itu.

Kabarnya, anak-anak di Desa Rabak banyak yang menderita kekurangan gizi.

Desa Rabak

Kak Yuna dari OT Grup bersama dengan anak-anak Desa Rabak.

Hal ini terjadi karena orang tua mereka kurang mampu untuk membeli makanan yang bergizi. Setiap hari, mereka belum tentu bisa makan makanan lengkap seperti yang kita dapatkan.

Wah, jangankan makan daging atau ayam goreng, membeli beras saja orang tua mereka masih kesulitan. Makanya, enggak heran, kalau banyak yang kekurangan gizi.

Melihat keadaan ini, Tango Peduli Gizi Anak Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI) membuat program untuk membantu perbaikan gizi anak-anak di daerah yang membutuhkan seperti, Desa Rabak.

"Selama 3 bulan, anak-anak Desa Rabak yang kekurangan gizi ini dipantau dan diberi asupan makanan yang cukup. Mulai dari berat badan, tinggi badan juga kesehatan mereka, selalu diperiksa," cerita Kak Yuna Eka Kristina selaku Public Relations Manager OT Grup.

Desa Rabak

Walah, diajari cuci tangan malah nangis, hehehe, lucu, deh!

Tidak hanya diberi makanan saja, para orang tua juga diberi penyuluhan tentang arti penting menjaga kebersihan. Misalnya, membiasakan anaknya untuk mencuci tangan sebelum makan agar kuman-kuman mati dan tidak ikut masuk ke tubuh.

Nah, ada kejadian lucu, nih, saat kegiatan mencuci tangan. Hehehe, ada seorang anak yang malah menangis, lho.

Dia sepertinya ketakutan karena ditonton banyak orang. Namun, ada juga yang keasikan bermain air! Walah, ada-ada saja, tingkah anak-anak itu.

Berbeda saat kegiatan makan siang. Senyum-senyum ceria terlihat di wajah mereka saat menikmati makan siang. Mereka makan dengan lahap, sepiring nasi yang lengkap dengan tahu, tempe, sayur dan juga segelas susu. Nikmat sekali!

Mudah-mudahan saja dengan program gizi ini, anak-anak di Desa Rabak bisa tumbuh menjadi anak sehat yang gizinya selalu terpenuhi dengan baik. Dengan begitu, mereka pun bisa ceria seperti anak-anak yang lainnya! (Annisa/Kidnesia)

Komentar

Comment n Share on your facebook

Cuci Tangan, Bebas Kuman!
Peduli Lingkungan Kampung Siaga