Gemuk Belum Tentu Bergizi, lho!

Kekurangan gizi bisa terjadi siapa saja. Punya tubuh gemuk dan gempal ternyata enggak menjamin terbebas dari masalah gizi. Begitu juga sebaliknya, jangan berkecil hati jika kamu bertubuh kurus karena belum tentu kamu menderita gizi buruk, lho.

Nah, untuk mencari tahu, kita telusuri, yuk, seperti apa ciri-ciri orang yang menderita gizi buruk!

Untuk mengetahui kamu termasuk anak yang bergizi atau tidak, bisa dilakukan dengan empat cara, yaitu melihat pola konsumsi makanan, diukur secara antopementri, melihat lagi kadar biokimia dan sistem kerja tubuh.

Cara-cara tersebut telah diungkapkan oleh Pak Ahmad Syafiq, PhD, selaku Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan FKM Universitas Indonesia saat meluncurkan program Frisian Flag Edukasi Gizi Anak Sekolah di Jakarta, Kamis, 26 Januari 2012.

Pola Konsumsi Makanan

Orang-orang yang bertubuh gemuk cenderung mempunyai tabungan lemak yang lebih banyak. Tabungan ini jika ditimbun terus menerus mempengaruhi kerja tubuh atau malah jadi memperlambat tubuh untuk bergerak lebih lincah.

Terlalu banyak makan makanan berlemak, membuat berat badan mudah bertambah. Selain itu, tubuh juga memerlukan zat lain seperti karbohidrat, vitamin, mineral, kalsium dan lainnya.

Jika hanya lemak yang masuk ke tubuh, ia akan kekurangan zat penting lainnya. Hal ini menyebabkan kekurangan gizi atau kelebihan gizi seperti yang dialami orang gemuk. Nah, kalau badan kita kurus tapi pola makan kita sesuai dengan 4 sehat 5 sempurna, kita akan terhindar dari penyakit kurang gizi.

gemuk

Hayoo,gemuk itu belum tentu bergizi, lho. Ilustrasi: media bidan

Mengukur antropementri

Kadar gizi seseorang bisa ditentukan melalui sistem pengukuran antropementri. Dengan antropementri, kita bisa mengukur berat bedan ideal, ukuran lingkar lengan atas juga jumlah zat yang terkandung di dalam tubuh.

Jika anak terlalu kurus dan gemuk, kemungkinan besar ia mengalami gizi yang buruk. Sementara itu, ukuran lingkar lengan atas juga menjadi pendeteksi cukup atau tidaknya gizi seseorang.

Melihat kadar biokimia

Kadar biokimia? Wah, wah, terdengar agak rumit, yah! Jadi, kadar biokimia ini memperlihatkan jumlah sel-sel di dalam tubuh seperti, sel darah merah, sel darah putih, plasma darah dan sebagainya.

Jika dari sel-sel tersebut jumlahnya di bawah normal, kita perlu waspada. Misalnya, jumlah hemaglobin (darah merah) yang normal di dalam tubuh untuk anak usia 9-12 tahun adalah 12-14.

Lalu, kita menemukan seorang anak yang kadar hemaglobinnya di bawah 12. Hmm, berarti kurang dari jumlah normal dan kondisi tubuhnya tidak fit.  Boleh dibilang, anak tersebut kekurangan gizi. Ia membutuhkan asupan atau gizi yang lebih baik lagi.

Sistem Kerja Tubuh

Anak-anak yang kurang gizi biasanya akan sulit konsentrasi. Nah, ini jadi ada kaitannya dengan kecerdasan. Coba bayangkan, kalau kamu sedang belajar dan terdengar suara musik yang keras. Pelajaran yang dipelajari akan terasa lebih sulit masuk ke otak kita.

Begitu pula dengan anak-anak bergizi buruk. Mereka tidak bisa menyerap pelajaran dengan baik dan lebih banyak berdiam. Umumnya, mereka tidak akan selincah anak-anak yang bergizi baik.

Tapi, bukan berarti anak-anak bergizi buruk tidak bisa menjadi anak sehat, lho. Tentu saja, jika pola makan mereka diperbaiki dan zat-zat yang diperlukan tubuh dapat diserap dengan baik, mereka bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas dan lebih ceria lagi! (Annisa/Kidnesia)

Komentar
    amalia
    29-01-2012 06:57
  • Laughing,Smile,Very Happy
    Arin_IMUT
    29-01-2012 06:55
  • Oooh...,jadi begitu..Suprised,baru tahu aku...:p
    irma _elexc
    29-01-2012 12:47
  • like Wink Wink Wink Wink Wink

Comment n Share on your facebook

Posyandu = Puskemas?
Berkunjung ke Desa Rabak