Macan Kumbang di Tengah Hutan

Kidnesia.com  - Macan kumbang  atau macan tutul jawa (Panthera pardus melas)  merupakan salah satu hewan langka yang telah dilindungi undang-undang. Macan ini terancam punah akibat  perburuan liar dan habitatnya di hutan tropis di Pulau Jawa mulai berkurang.

kamera jebakan

Peneliti sedang memasang kamera otomatis di sebuah daerah yang sering dilalui macan kumbang.

Berapa jumlah macan kumbang yang masih tersisa di hutan-hutan di Pulau Jawa? Tak ada yang tahu karena populasi hewan liar ini di hutan sangat sulit dihitung.

Namun, diperkirakan macan kumbang  ini masih hidup di hutan-hutan taman nasional di Pulau Jawa. Seperti di Gunung Halimun Salak, Gunung Gede Pangrango, Ujung Kulon, Gunung Ceremai, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Bromo, Gunung Semeru, Meru Betiri, Baluran, dan Alas Purwo.

Di kebun-kebun binatang, jumlah macan kumbang ini tidak seberapa. Di Eropa, jumlah macan ini diperkirakan hanya 14 ekor. Di kebun binatang Indonesia, jumlahnya diperkirakan hanya sekitar 20 ekor.  

macan tutul jawa

Kamera berhasil menjepret macan tutul jawa atau macan kumbang di sebuah hutan di Jawa Barat.

Penelitian yang dilakukan tahun 2001 sampai 2004 di Gunung Halimun dengan menggunakan kamera otomatis memperkirakan populasi macan tutul di daerah tersebut ada sekitar 50- an ekor.

Untuk mengetahui aktivitas macan kumbang ini, para peneliti menangkap dua macan kumbang  lalu dipasangi radio kontrol.

Menurut penelitian, macan kumbang ini aktif di pagi hari, mulai jam 6 sampai jam 9. Sore, mulai jam 3 sampai jam 6. Mereka berburu hewan, seperti kijang, monyet, babi hutan, dan kancil.

Baru-baru ini, lembaga penelitian kehutanan CIFOR (Center for International Forestry Research)  merilis foto istimewa macan kumbang di sebuah hutan taman nasional di Jawa Barat.

macan kumbang hitam

Macan kumbang hitam tertangkap kamera otomatis di sebuah hutan di Jawa Barat.

Foto-foto tersebut merupakan hasil jepretan kamera otomatis yang dipasang di beberapa pohon di tengah hutan.

Dari foto-foto yang dihasilkan, dapat diketahui jumlah macan yang berada di wilayah tersebut, juga jenis hewan yang menjadi mangsanya.

Untuk memasang kamera otomatis ini, perlu keahlian, keberanian, dan kesabaran, selain biaya yang cukup besar.

Bagaimana biayanya tidak besar. Kamera yang digunakan jumlahnya banyak dan  harganya tidak murah.

Untuk memasang kamera di tempat-tempat strategis yang diperkirakan dilalui hewan liar, perlu keahlian dan keberanian. Setelah kamera dipasang, secara berkala baterai kamera harus diganti dan memori kamera harus diambil untuk diunduh ke komputer.

Bisa jadi, kamera yang telah dipasang berhari-hari atau berbulan-bulan, tidak menghasilkan satu pun gambar karena tidak ada hewan yang melintas. Perlu kesabaran ekstra. Namun, ketika kamera berhasil mengambil gambar yang diinginkan, kegembiraan itu tidak bisa dikatakan lagi.

Oya, apakah kamu pernah melihat macan kumbang ini di kebun binatang?

Editor: Sigit Wahyu, Foto: CIFOR (Center for International Forestry Research)

_________________________________________________________________________________

Baca artikel ini juga, yuk!

- Dongeng Harimau dan Kancil

- Kisah Hean-hewan Shio

comments powered by Disqus