Permainan Dulu dan Sekarang

Orangtua sering bilang, anak sekarang tidak kenal lagi dengan permainan tradisonal. Betul! Habis, enggak tahu, sih!

mainan

Banyak orangtua menganggap permainan tradisional lebih hebat dari permainan zaman sekarang. Oya?  Apa hebatnya?

Banyak orangtua juga bilang, permainan anak zaman sekarang tidak mendidik! Benarkah?

Memangnya, permainan yang bagus dan mendidik itu seperti apa?   

Merujuk pada pendapat seorang ahli dolanan anak, Ki Hadi Sukatno, permainan anak itu bisa dilihat dari maksud atau tujuannya.

Pertama, permainan yang menirukan perbuatan orang dewasa. Kedua, permainan yang melatih kecakapan dan kekuatan fisik. Ketiga, permainan yang melatih panca indera. Keempat, permainan yang melatih kecakapan bahasa, kreativitas, dan kecerdasan otak. Kelima, permainan lewat lagu.

Sekarang, kita bandingkan permainan anak zaman dulu dan sekarang.

Permainan yang menirukan perbuatan orang dewasa

Dulu:  Main pasar-pasaran, membuat rumah-rumahan dari kain, membuat pakaian boneka dari kertas, main dokter-dokteran, main sekolah-sekolahan, masak-masakan, main perang-perangan, dan lainnya.

Sekarang:  Permainan bisnis dengan kartu monopoli, membuat rumah/bangunan dari mainan balok, seperti Lego dan membangun sebuah kota dengan games SimCity, mengganti-ganti pakaian boneka dan merancang fashion boneka/atau foto wajah kita dengan games-games fashion, main dokter-dokteran dengan peralatan kedokteran mainan, main masakan-masakan,  main games battle, games mengemudilan pesawat, dan lainnya.

Permainan yang melatih kecakapan dan kekuatan fisik

Dulu:   Gobak sodor, jetungan, bandulan, balapan lari, dan lainnya.

Sekarang:  Flying fox, meniti jembatan gantung, main jungkat-jungkit, main sepeda, main sepak bola, dan lainnya.

Permainan yang melatih kepekaan panca indera.

Dulu:  Petak umpet, main kelereng, main dakon, main macanan, menggambar di tanah, dan lainnya.

Sekarang:  Permainan lempar bola, lempar anak panah ke sasaran, dan lainnya.

Permainan yang melatih kecakapan bahasa, kreativitas, dan kecerdasan otak.

Dulu:  Tebak-tebakan, mendongeng, cerita pengalaman, dan lainnya.

Sekarang:  Tebak-tebakan, cerita pengalaman, main games edukasi, dan lainnya.

Permainan untuk melatih kebersamaan lewat gerak dan lagu

Dulu:   Permainan sluku-sluku  batok, jamuran, cublak-cublak suweng, ilir-ilir, kidang talun, dan lainnya.

Sekarang:  Permainan meniru pentas artis, misalanya Cherrybelle.

Dari contoh-contoh di atas, kita bisa melihat, ternyata maksud dan tujuan permainan anak dulu dan sekarang tetap sama. Yang beda adalah permainannya dan medianya.

Misalnya, kalau dulu main tebak-tebakan atau ngobrol tentang pengalaman itu hanya bisa dilakukan pada saat berkumpul. Sekarang, main tebak-tebakan dan ngobrol bisa dilakukan secara online.

Ya, kita dan para orangtua memang beda zaman. Kalau kita enggak mengenal permainan tempo dulu, jangan buru-buru salahkan kita. Kita tidak tahu, karena tidak ada yang memperkenalkan kepada kita. Bukan begitu?

 Editor: Sigit Wahyu, Foto: Ricky Martin

    berliana latifaa
    8-12-2012 01:28
  • huaaaa....di tmpat q msih ada prmainan tradidsional kok Laughing

Comment n Share on your facebook