Serba Serbi Janur
Janur kuning

Janur juga bisa digunakan untuk upacara keagamaan. Foto: Wordpress

Nesi mau cerita sedikit nih tentang janur! Janur yang asal katanya dari bahasa Jawa adalah daun muda dari beberapa jenis palma yang besar. Seperti, kelapa, enau dan rumbia. Memang janur biasa dipakai sejumlah suku bangsa di Nusantara sebagai alat kehidupan sehari-hari.

Coba saja tengok masyarakat suku Bali, Jawa dan Sunda. Mereka biasa memanfaatkan janur untuk dianyam. Bentuknya pun bermacam-macam. Seringkali dijumpai saat upacara-upacara keagamaan serta pernikahan. Nah, kemarin Nesi sempat melihat janur kuning di pinggir jalan. Rupannya itulah simbol pesta perkawinan. Cara ini memudahkan tamu mengetahui lokasi hajatan lho.

Bagaimana yah merangkai janur untuk acara pernikahan ataupun upacara keagamaan? Hmm...merangkai janur tidak mudah lho! Langkah awal adalah mengikat janur yang masih terangkai pada tangkai daun dengan bambu panjang. Kemudian anyaman janur dipasang di gerbang atau tepi jalan. Dalam bahasa Bali dikenal dengan istilah penjor.

ketupat

Kulit ketupat hasil anyaman dari janur,lho! Foto: republika

Kalau dalam tradisi Jawa, sepasang hiasan kombinasi janur di tepi pelaminan pengantin atau yang dikenal dengan sebutan kembar mayang menyimbolkan penyatuan dua manusia dalam berumah tangga. Hiasan serupa juga ditemukan lho dalam upacara-upacara di Bali.

Janur pun berguna sebagai pembungkus makanan karena tahan panas dan kuat. Untuk yang satu ini, biasanya janur dipsahkan dulu dari tangkai daun serta tulang anak daunnya. Proses ini memang harus dilewati agar janur mudah dianyam.

Teman-teman pasti pernah makan ketupat dong? Nah, kulitnya itulah yang dinamakan janur. Adapula jenis makanan lain yang menggunakan janur, seperti, bacang dan burasa. Wah, pasti lezat tuh! (Annisa/Kidnesia/berbagai sumber)

comments powered by Disqus