Tembok Cina, Panjang Seperti Naga
Tembok Cina

Tembok ini panjaaang sekali, bagaikan naga yang sedang tidur memanjang. Foto: funfacts.com

Tak hanya sebatas tembok saja, Tembok Raksasa Cina atau Wan Li Chan Cheng adalah tembok pertahanan!

Tembok ini sudah berdiri lebih dari 2000 tahun yang dibangun sebelum Cina bersatu sekitar tahun 770 SM.

Waktu itu, setiap wilayah mendirikan tembok pertahanan untuk berjaga-jaga dari serangan wilayah lain.

Tahun 220 SM, Cina bersatu di bawah Kaisar Qin Shihuang dari Dinasti Qin.

Kaisar memerintahkan agar tembok-tembok pertahanan dari berbagai wilayah disambung. Hasilnya terbentuklah Tembok Raksasa Cina .

Asal kamu tahu saja, nih. Panjangnya 5000 km! Pada pemerintahan Dinasti Ming, tembok itu dipanjangkan lagi hingga 6700 km.

Dari Timur ke Barat
Tembok ini meliuk-liuk melewati pegunungan, lembah, dan gurun pasir. Letaknya dari Shanhai Pass di bagian timur sampai ke Jiayuguan Pass di bagian barat, melewati 9 daerah atau propinsi.

Saat ini, beberapa bagian tembok masih terawat baik dan kunjungi para turis. Misalnya, di daerah Badaling, Simatai, dan Mutianyu. 

Sementara, keadaan beberapa bagian tembok yang lain memprihatinkan. Ada yang tertimbun gurun pasir, ada pula yang rusak karena pembangunan jalan. Yaah.. sayang, ya!

Bahan Sederhana
Tinggi dan lebar temboknya berbeda-beda. Tapi, kira-kira tingginya sekitar 8 meter dan lebarnya sekitar 5 meter.

Awalnya, Tembok Raksasa Cina ini dibangun dari bahan-bahan yang sederhana. Misalnya, batu, kayu, dan tanah.

Bahan-bahan itu diambil dari wilayah tempat tembok dibangun. Misalnya, pembangunannya melewati daerah pegunungan. Maka, batu-batu dari pegununganlah yang dipakai untuk membangunnya.

Nah, kalau pembangunannya melewati gurun pasir, maka pasir yang dipakai. Nah, ketika masa pemerintahan Dinasti Ming, baru deh pakai batu bata.

Tembok Cina

Menara Asap yang tak pernah terhitung jumlahnya. Foto: info.indolists.com

Menara Asap
Tiga bagian Tembok Raksasa Cina, yaitu jalur menara pengawas, dan temboknya. Menara pengawasnya disebut menara asap.

Kenapa disebut begitu?

Soalnya, ketika musuh datang di siang hari, para penjaga di menara memberi tanda berupa asap.

Misalnya, satu asap berarti 50 prajurit musih. Dua asap berarti 100 prajurit. Tebal dan warna asap tergantung dari peraturan tiap-tiap dinasti.

Hayoo ada yang bisa tebak, berapa jumlah menara asap di Tembok Raksasa Cina? Enggak ada yang tahu pasti. Tapi, para peneliti memperkirakan ada ribuan!

Legenda Meng Jiang Nu
Tembok Raksasa Cina punya beberapa legenda. Ada satu legenda yang paling terkenal.

Legenda itu tentang seorang perempuan bernama Meng Jiang Nu. Perempuan ini ditinggal oleh suaminya yang harus bekerja membangun Tembok Cina.

Suatu hari, ia datang ingin bertemu suaminya. Setelah sampai di sana, ternyata suaminya telah meninggal. Meng Jiang Nu sangat sedih. Saking sedihnya tangisannya meruntuhkan bagian tertentu dari Tembok Cina.

Jutaan Pekerja

Kisang Meng Jiang Nu tadi mungkin cuma legenda. Tapi, kisah itu ada benarnya juga, lho! Tembok Raksasa Cina memang dibangun oleh berjuta-juta orang.

Ada para prajurit, budak, sampai orang-orang biasa pun dipaksa harus bekerja membangun tembok raksasa itu.

Banyak pekerja yang akhirnya meninggal dan dikubur di Tembok Cina! Hiii.. seremm... (rna/Bobo/Ervina

LogoMajalah Bobo

/Kidnesia.com)

comments powered by Disqus