Burung Cendrawasih

Kidnesia.com  - Cendrawasih  atau paradisoaeidae apoda, minor, cicinnurus regius, dan seleudicis melanoleuca merupakan burung khas dari Provinsi Papua . Dari 43 spesies burung surga ini, 35 di antaranya bisa ditemukan di Papua.

Burung Cendrawasih

Burung Cendrawasih yang dianggap sebagai burung surga. Foto: wikipedia.org

Kekhasan burung ini terdapat pada bulu indahnya. Dan bulu indah ini hanya dimiliki oleh burung cendrawasih jantan saja. Nah, umumnya warna-warna bulu burung ini sangat cerah dengan kombinasi hitam, cokelat, kemerahan, oranye, kuning, putih, biru, hijau dan ungu.

Burung ini biasanya hidup di hutan yang lebat atau di dataran rendah. Ia memiliki kebiasaan bermain di pagi hari saat matahari mulai menampakkan cahaya di ufuk timur.

Cendrawasih jantan memakai bulu lehernya yang menawan untuk menarik lawan jenis. Tarian cendrawasih jantan amat memukau. Sambil bernyanyi di atas dahan, pejantan ini bergoyang-goyang ke berbagai arah. Kadang malah bergantung terbalik bertumpu pada dahan.

Oleh masyarakat di Papua, burung cendrawasih dipercaya sebagai titisan bidadari tak berkaki atau Apoda, burung yang cantik tetapi tak berkaki, karena mereka berjalan atau hanya bertengger di dahan pohon saja.

Burung Cendrawasih ini dulu populasinya cukup banyak di hutan Papua, tapi karena terus diburu, akhirnya populasi burung ini menurun tajam dan semakin sulit ditemui. Bukan hanya diburu, tetapi habitat berkembangbiaknya pun semakin sempit karena banyak penebangan hutan.

Hmmm... kalau tak dilestarikan dan dijaga, lama-lama bisa habis burung surga ini di Indonesia!

Teks: Ervina, Foto: Dok. Kidnesia

__________________________________________________________________________________________________________

- Burung Cendrawasih yang Sombong

- Batik Papua, Si Cantik dari Negri Cendrawasih

- Burung Cendrawasih, Penari Surga Tanpa Kaki?

comments powered by Disqus