Gypsy Laut dan Sains Kuno
gypsy laut

Orang Bajau Laut berkelana di lautan luas. Foto: James Morgan

Teman-teman pernah mendengar dongeng tentang orang gypsy? Gypsy adalah julukan untuk orang yang hidup berkelana di Eropa. Di Indonesia juga ada, lo, orang yang berkelana seperti orang gypsy. Namun, orang gypsy Indonesia ini tidak berkelana di daratan. Mereka berkelana di lautan yang luas.

Dari Utara Sampai Selatan

Orang gypsy laut itu bernama orang Bajau Laut. Orang Bajau Laut tinggal di laut, bukan di darat.  Mereka pindah dari satu laut ke laut lain naik perahu. Orang Bajau Laut bisa berkelana di lautan sepanjang Selat Malaka sampai Papua dan kepulauan Nusa Tenggara. Dari utara sampai selatan.

Orang Bajau Laut adalah keturunan nenek moyang orang Indonesia, yaitu orang Austronesia. Tiga ribu tahun yang lampau, orang Austronesia berlayar dari Cina Selatan ke kepulauan Indonesia. Beberapa keturunan nenek moyang tersebut tetap mempertahankan hidup di perahu. Itulah orang Bajau Laut.

Karavan Perahu

Orang gypsy di Eropa punya karavan. Orang Bajau Laut punya perahu sebagai rumah dan kendaraan berkelana. Rumah untuk berkelana itu dinamai lepa-lepa.

lepa-lepa

Rumah perahu lepa-lepa. Foto: James Morgan

 

Di rumah perahu ada dapur. Letak dapur di buritan kapal. Bagian tengah perahu menjadi kamar tidur. Haluan perahu untuk tempat bekerja memancing ikan, menganyam jala ikan, atau menjaring ikan. Orang Bajau Laut tidak pernah meninggalkan perahu. Mereka tidak tinggal di daratan karena daratan dianggap sebagai tempat untuk menguburkan orang mati.

Harta Termahal

Harta termahal orang Bajau Laut adalah laut. Laut menjadi sumber makanan dan tempat bermain yang asyik. Di laut mereka memperoleh ikan, tripang, udang dan gurita untuk dimakan dan dijual.

anak bajau laut

Laut adalah tempat bermain anak Bajau Laut. Foto: James Morgan

Ikan juga menjadi teman bermain yang seru. Ssst, anak-anak Bajau Laut pandai mengejar dan mengendarai ikan hiu seperti naik kuda, lo. Sejak kecil orang Bajau Laut sudah pandai menyelam dan menangkap ikan tanpa peralatan. Mereka sanggup menahan napas lama sekali di dalam laut tanpa bantuan tabung udara. Saat menyelam, mereka menangkap gurita dengan tangan kosong atau berburu ikan dengan panah.

Sains Kuno Leluhur

Orang Bajau Laut tidak mencatat pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam buku. Mereka belajar dari dongeng orang tua. Mereka mengingat baik-baik semua pengetahuan leluhur dalam hati. Pengetahuan leluhur itu sangat berharga saat mengarungi lautan.

Bayangkan, tanpa kompas, orang Bajau Laut dapat mengetahui arah. Mereka berlayar dipandu susunan bintang di langit. Mereka juga tahu tanda angin dan awan yang baik untuk berlayar. Bahkan, orang Bajau Laut memiliki teknologi membuat perahu yang tahan hempasan ombak. Hmm, orang Bajau Laut sudah memiliki sains kuno yang berharga. Sains kuno itu tidak kalah hebatnya dengan sains moderen.

(Johanna Ernawati)

Narasumber:

* Horst Liebner. Seminar 100 Tahun Purbakala Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

* James Morgan. The Last Sea Nomade.

Comment n Share on your facebook