Serial Bintang Penunjuk Arah 5: Matahari Bermahkota Pelangi
bintang penunjuk arah

Bintang dapat menjadi penunjuk arah dan penanda musim. Ilustrasi: Ode/Majalah Bobo

Orang sering membutuhkan penunjuk arah utara, selatan, barat, atau timur saat bepergian.  Orang juga membutuhkan penunjuk musim, apakah musim hujan sudah datang atau musim semi segera tiba. Orang Polynesia di Hawaii, orang Bedouin di Arab, orang Eskimo di Kutub Utara, orang Dayak di Indonesia dan orang Maori punya bintang-bintang istimewa sebagai penunjuk arah dan penunjuk musim.

Orang Dayak di Pulau Kalimantan punya penanda musim berdasar bintang-bintang kecil di langit malam. Mereka juga suka mengamati bintang besar kita, yaitu Matahari.

Bagi orang Dayak, Matahari bisa menjadi penanda jenis musim yang akan datang. Salah satunya, Matahari bisa menjadi penanda ketidaknormalan musim. Contohnya, peristiwa ketidaknormalan musim hujan yang bernama La Nina. La Nina adalah istilah untuk musim kemarau yang selalu diwarnai turun hujan sehingga musim kemarau selalu basah.

Halo

Matahari dikelilingi pelangi di siang hari. Peristiwa ini disebut sebagai Halo Matahari. Foto: Istimewa

Bagi orang Dayak jika melihat Matahari memakai mahkota pelangi maka itu pertanda musim hujan tidak akan berhenti sepanjang tahun. Dalam bahasa ilmiah, Matahari bermahkota pelangi disebut sebagai peristiwa Halo Matahari. Dan memang benar, selama tahun 2010, Halo Matahari sering terlihat di langit Kalimatan dan daerah Indonesia lainnya. Seperti penanda musim orang Dayak maka Indonesia mengalami La Nina alias musim hujan terus menerus sepanjang 2010.

(Johanna Ernawati)

Narasumber: Christian  Maro Simplisius. Tetua Adat Dayak. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kalimantan Barat.

comments powered by Disqus