Jadi Dokter Cilik, yuk!

Siapa yang mau jadi dokter? Sepertinya, sebagian besar dari kita, akan mengiyakan, saat ditanya seputar cita-cita yang diinginkan.

Dokter Cilik

Yuk, belajar jadi dokter cilik! Foto: Kidnesia

Nah, salah satu cara untuk mewujudkannya, kamu bisa berlatih menjadi dokter cilik seperti yang dilakukan teman-teman kamu saat mengikuti Kompetisi Tingkat Nasional Dokter Kecil, Mahir Gizi 2011 dengan tema "Sehat Dimulai dari Sekolahmu."

Kompetisi ini diadakan oleh Nestle bekerja sama dengan Kementrian dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI serta Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI).

Dari kompetisi ini terpilih 27 tim Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 25 kota. Satu tim ini terdiri dari empat anak dan satu guru pendamping. Mereka diberi tugas untuk berbagi pengetahuan tentang gizi di sekolah masing-masing.

Selain itu, mereka juga harus membuat sebuah proyek sebagai penilaian untuk dipilih menjadi pemenang. Hmm, yang lebih penting lagi dalam penilaian kompetisi ini, sejauh apa mereka bisa menerapkan proyek tentang gizi di sekolah masing-masing.

Dari kompetisi tersebut, akhirnya terpilih 3 pemenang dan satu pemenang sebagi Duta perubahan Dokter Kecil. Untuk pemenang pertama berasal dari SD Gunung Batu, Bogor, pemenang ketiga dari SD Al-Irsyad, Cirebon. Selanjutnya, pemenang ketiga SD Sabilillah dari Malang dan SD Oesapa Kecil 1 Kupang terpilih sebagi duta perubahan dokter kecil.

Duta perubahan ini terpilih karena perjuangan mereka untuk menyebarluaskan pengetahuan gizi yang membuat salut. Bayangkan saja, anak-anak di daerah Kupang ternyata memiliki tingkat gizi buruk hingga 30 persen lebih banyak dibandingkan daerah lainnya.

Teman-teman dari Kupang membuat proyek UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang belum pernah dibangun di sekolahnya. Dari sini, mereka mulai membesarkan UKS dan menjadikan UKS sebagai ruang dokter kecil serta tempat sarana kesehatan sekolah.

Menurut Bu Ovy dari Nestle, usaha yang dilakukan anak-anak dari Kupang ini memang layak ditiru dan dicontoh. "Fasilitas dan sarana kesehatan sekolah tidak memadai tetapi mereka berjuang untuk membuat sarana tersebut, " tambah Bu Ovy

"Karena itu, mereka memang pantas diberikan penghargaan sebagai Duta Perubahan Dokter Kecil," lanjut Bu Ovy.

Wow, salut, yah, untuk teman-teman dokter kecil yang sudah memperjuangkan dan peduli gizi sesama. Semoga, setelah kegiatan ini, anak-anak Indonesia semakin tumbuh menjadi anak sehat dan bebas gizi buruk. (Annisa/Kidnesia)

comments powered by Disqus