Minggu, 05 Mei 2013
Kandang Kerbau di Tengah Rawa
  • Kandang Kerbau di Tengah Rawa

Umumnya, kerbau digembalakan di tanah lapang atau padang rumput. Tetapi di beberapa daerah, kerbau digembalakan di sungai dan rawa-rawa.

kerbau rawa

Menggiring kerbau rawa pulang kandang. Adegan ini menarik perhatian turis untuk obyek fotografi.

Di daerah yang memiliki banyak rawa dan sungai besar, petani sudah biasa memelihara kerbau di atas sungai atau rawa-rawa.

Kandangnya  berupa lanting yang terapung di atas sungai. Kandang lanting ini dibuat dari kayu-kayu gelondongan yang disusun menjadi rakit. Untuk lantainya, di atas lanting dipasangi papan kayu.

Kerbau yang dipelihara adalah jenis kerbau rawa. Kerbau rawa yang punya nama ilmiah Bubalus bubalis ini, sebetulnya sama dengan kerbau darat  yang sering kita lihat digembala di tanah lapang.

kandang lanting

Kandang lanting dibuat dari kayu-kayu gelondongan.

Hanya saja, kerbau ini sudah sejak lama dan secara turun temurun beradaptasi dengan lingkungan rawa-rawa.

Karena kerbau ini sudah beradaptasi dengan lingkungan air, kerbau ini biasa mencari rumput di rawa-rawa dan di pinggir-pinggir sungai sambil berenang.

Rumput yang biasa menjadi makanan kerbau adalah rumput padi hiyang. Rumput ini memang mirip dengan tanaman padi-padian tetapi lebih besar.

Kerbau rawa biasanya makan rumput yang muncul di permukaan air. Sekali-sekali moncongnya menyelam untuk mengais-ngais batang rumput yang baru tenggelam.

Ketika sungai atau rawa sedang banjir dan rumput yang ada di permukaan rawa tenggelam, kerbau akan kesulitan mencari rumput. Meskipun bisa berenang, hewan ini tidak bisa menyelam dan mencari makan di bawah permukaan air, seperti itik.

Saat musim banjir dan rumput tenggelam, petani akan menyeret kandang lanting dan memindahkannya ke tempat lain yang rumputnya masih kelihatan. Terkadang, petani sendiri yang mengambil rumput dan membawanya ke kandang dengan perahu.

Pada saat sungai dan rawa tidak banjir, memelihara kerbau rawa itu sangat mudah. Tinggal dibuatkan kandang dan tunggu beberapa tahun. Kerbau akan tumbuh besar dan beranak pinak.

Memelihara kerbau rawa juga tidak repot. Soalnya, hewan ini bisa mencari makan  sendiri dan pulang sendiri.

kerbau rawa turun

Pagi-pagi, kerbau rawa mulai nyemplung ke sungai dan rawa-rawa untuk mencari rumput.

Pagi-pagi, begitu matahari terbit, kawanan kerbau akan keluar kandang,  lalu nyemplung ke rawa-rawa untuk merumput.

Sepanjang hari, waktunya dihabiskan untuk menjelajah dan mencari rumput. Menjelang sore, kawanan kerbau akan pulang kandang untuk istirahat. Begitu seterusnya.

Bagi wisatawan, kehidupan kerbau rawa ini sangat unik. Di beberapa tempat, kerbau rawa dijadikan  obyek tujuan wisata untuk menarik turis datang ke daerah tersebut.

Di Kalimantan Selatan, daerah yang banyak kerbau rawanya, antara lain di  daerah Danau Panggang, Sungai Pandan, Amuntai Tengah, dan lainnya. Di Kalimantan Timur, antara lain di daerah Danau Semayang, Malintang, Jempang, Mahakam bagian tengah, dan lainnya. Di Kalimantan Tengah, antara lain di daerah rawa Pegunungan Kerayan, Jenamas, dan lainnya. Sedangkan di Sumatera Selatan, antara lain di daerah Pulau Layang, Ogan Komiring Ilir.

Oya, apakah di daerahmu juga ada kerbau rawa seperti ini?

Editor: Sigit Wahyu, Sumber foto: herrymurdi.blogspot.com dan lainnya.

comments powered by Disqus