Selasa, 12 April 2011
Parangtritis, Menyimpan Banyak Cerita
  • Parangtritis, Menyimpan Banyak Cerita
    Parangtritis, Menyimpan Banyak Cerita
Pantai Parangtritis

Di pinggir saja, ombaknya tinggi, lho! Hei, hati-hati, ya!

Ombak di  Pantai Parangtritis  besar dan bergulung-gulung.

Hmm.. jangan coba-coba berenang di situ, ya! Berbahaya, lho!

Memang sih, mestinya ombak seperti ini sangat menggiurkan para pecinta selancar. Namun, tak seorang pun tampak berselancar di sana.

Para pengunjung pantai ini pun hanya diizinkan bermain-main di tepian saja.

Gulungan ombak Parangtritis telah membawa kabar dari laut, mengingatkan agar tak nekat berenang ke tengah.

Di pantai, tertulis larangan berenang di laut. Ada gardu khusus penjaga pantai. Bahkan, sesekali, penjaga pantai tampak berkeliling.

Hmm... Pemandangan ini tidak ada ada, lho di pantai-pantai lain di Yogyakarta.  

Kenapa, ya? Ada sesuatu pastinya di sana!

Pantai Parangtritis

Yuk, naik bendi di Parangtritis! Asyik banget, deh!

Ah, rupanya, bukan hanya ombak besar yang membuat para pengunjung dilarang berenang sampai agak ke tengah.

Tapi karena Parangtritis memiliki palung laut dan diyakini memiliki arus bawah laut yang sangat kuat.

Jika ada yang terseret ombak, dia pasti akan lenyap diseret arus bawah laut.

Konon, hampir setiap setahun sekali ada saja pengunjung pantai yang lenyap ditelan ombak besar.

Karena itu, berkembanglah mitos-mitos yang membuat sebagian nelayan takut melaut di sana. Meskipun begitu, Parangtritis tetap menjadi pantai yang paling sering dikunjungi.

Pantainya luas. Semua pengunjung dapat bermain sepuasnya. Menyewa bendi atau kuda untuk berjalan-jalan di sepanjang garis pantai.

Eeeh, di sana ada gumuk , lho! Hmm.. gumuk itu adalah gunung-gunungan dari pasir yang mirip Gurun Sahara.

Pantai Parangtritis

Gumuk pasir di Parangtritis yang mirip Gurun Sahara.

Oh, ya., pantai ini indah sekali saat senja tiba. Waah.. lihat sunset dulu, deh kalau sampai di sana. Jangan keburu pulang, ya!

Asal kamu tahu saja, pantai ini terletak di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, sekitar 27 kilometer di selatan Kota Yogyakarta.

Nama Parangtritis konon, diberikan oleh Dipokusumo, seorang pelarian dari Kerajaan Majapahit yang melihat tetesan air mengalir dari celah batu karang.

Karena itu, ia beri nama tempat itu Parangtritis, yang berasal dari kata parang  (batu) dan tumaritis  (tetesan air).

Parangtritis adalah pantai yang asyik untuk bermain. Asal kita berhati-hati dan mematuhi peraturan penjaga pantai, tak ada yang perlu dicemaskan.

LogoPotret Negeriku

Yuk, ke Pantai Parangtritis liburan nanti! (Ervina/Kidnesia/Joko/Potret Negeriku/Foto: Ricky Martin)

    Risna
    13-04-2011 04:21
  • Bener nggak sih, kalau kita ke pantai parangtritis nggak boleh pakai baju warna hijau?
    Rama Adilla Zein
    13-04-2011 11:23
  • Moga2 aja Parangtritis tetep indah & bersih g spt Parangkusumo atau Kuta, malu ah!
    syifa aulia
    13-04-2011 11:16
  • Aku kalo pulang kampung ke purworejo,biasanya aku ke Parangtritis. EMANG OMBAKNYA GEDE ABIS, seru, dan asal hati-hati sih ya. Aku nggak ke tengah-tengah,tapi tetep aza kena ombak.
    Sabrina
    13-04-2011 06:56
  • Aku tahu siapa yang menyeret orang-orang itu,itu pasti nyai roro kidul ih seram!!!...
    Capila ada ada aja
    12-04-2011 08:59
  • Waouw........

Comment n Share on your facebook