Rabu, 15 Juni 2011
Pesona Sungai Kapuas
  • Pesona Sungai Kapuas

Kalau ke Pontianak, sempatkan waktumu untuk mengenali Kota Khatulistiwa  dari Sungai Kapuas. Di sana kita akan tahu betapa pentingnya Kapuas bagi penduduk di sekitar sungai.

Kapuas Cruise

Sungai kapuas

Jembatan Kapuas I ini terlihat saat melintas di Sungai Kapuas.

Untuk menyusuri Sungai Kapuas , kita tak perlu menyewa perahu. Di Kampung Banjar Serasan, ita bisa naik kapal bandong "Kapuas Cruise" yang khusus disiapkan untuk wisatawan.

Dengan tiket Rp 7.000,00 per-orang, kita akan dibawa berlayar menyusuri Kapuas.

Kapal wisata "Kapuas Cruise" akan segera berlayar jika jumlah penumpang mencapai minimal 10 orang.

Dengan laju tak lebih 30km/jam, kita bisa menikmati perjalanan santai, sambil memotret kegiatan di sepanjang sungai.

Di Tepi Sungai

Menyusuri Kapuas, pemandangan yang paling khas adalah perkampungan di tepi sungai. Rumah-rumah panggung dengan tiang-tiang dari kayu ulin dibangun di bibir sungai.

Jalan jembatan dari kayu ulin yang disebut kertak menjadi penghubung antar kampung. Pada sore hari, kita bisa menyaksikan anak-anak mandi sambil bermain di sungai.

Lalu lintas Sungai

Masjid Jami

Masjid Jami, masjid tertua di Pontianak yang ada di jalur Sungai Kapuas.

Lalu lintas sungai di Pontianak sangat ramai. Sampan-sampan motor keluar masuk untuk mengangkut penumpang.

Kapal-kapal rumah yang disebut kapal bandong banyak melintas untuk mengangkut barang dagangan ke Sanggau, Sintang, dan Putussibau.

Kapal ferry yang disebut "pelampung" hilir mudik mengantarkan kendaraan berat, seperti bus dan truk ke seberang.

Kapal-kapal besar untuk penumpang antar pulau, kapal petikemas, dan kapal tanker pengangkut minyak memiliki dermaga khusus di Pelabuhan Pontianak.

Kapal penumpang antarkota dan kapal bandong, memiliki terminal air di Pelabuhan Seng Hie. (Sigit Wahyu/Potneg/Annisa/Kidnesia/Foto: Ricky Martin)

Logo Potneg

logo Potneg

comments powered by Disqus