Jumat, 16 Desember 2011
Toko Merah
  • Toko Merah
    Toko Merah
Toko Merah

Toko Merah terlihat dari luar bagus, kan? Benar-benar meraaah!

Di kawasan Kota Tua Jakarta terdapat sebuah gedung yang hampir seluruh bagiannya berwarna merah. Hm, toko apa itu, ya?

Gedung berwarna merah itu memang dinamakan Toko Merah. 

Letaknya di sebelah barat kawasan museum Kota Tua Jakarta, atau tepatnya di seberang Terminal Bus Kota yang berjejer dengan gedung-gedung tua lainnya. 

Kenapa namanya Toko Merah? Sebab, pada tahun 1851, gedung ini memang digunakan sebagai toko milik seorang warga keturunan Tionghoa bernama Oey Liaw Kong. 

Asal kamu tahu saja, tahun 1730 bangunan ini didirikan oleh Pemerintah Belanda yang ada di Indonesia. Tempat ini pertama kali digunakan sebagai rumah tinggal dinas oleh Gubernur Jenderal VOC, Gustaaf Willem Baron van Imhoff tahun 1743-1750.

Dan sejumlah gubernur jenderal VOC pernah mendiami gedung ini yang kala itu terletak di tengah kota Batavia berbentang. Di antaranya, Jacob Mossel, Petrus Albertus van der Parra, dan Reinier de Klerk.

Selain sebagai rumah tinggal dinas para gubernur jenderal VOC, bangunan ini pun pernah digunakan sebagai sekolah, Akademi Maritim Belanda (Academie de Marine) dan penginapan yang bernama Heerenlogement.

10 tahun setelah gedung ini berdiri, sekitar tahun 1740-an, di tempat ini terjadi kerusuhan. Pembantaian besar-besaran terhadap 12 ribu warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Batavia terjadi di sini.

Ribuan jenazah korban pembantaian itu dibuang di sungai Groote Rivier (Kali Besar) yang terdapat di depan bangunan ini. Hiii serem yah!

Seram tapi Unik
Meski begitu, bangunan yang berusia sekitar 3 abad ini punya banyak keunikan, lho! Misalnya saja semua bagian luar bangunan ini berwarna merah kecokelatan. 

Coba deh, perhatikan nomornya. Yaps! Bangunan ini bernomor 11. Asal kamu tahu saja, nomor itu dari dulu hingga kini enggak pernah berubah. 

Nomor 11 ini menunjukkan bahwa Toko Merah berada di Jalan Kali Besar Barat nomor 11, Jakarta Barat.

toko merah di dalam

ini suasana di dalam Toko Merah. foto:kidnesia.com

Kalau kamu masuk ke dalam Toko Merah ini, hmm.. luaaaas sekali.

Ruangannya juga banyaaak sekali. Meskipun dari luar terlihat enggak terlalu besar, ternyata bangunan ini berlantai 3, lho!

Furniture berukiran kayu, tangga kayu kuno, masih terdapat di dalam bangunan yang sekarang kosong.

Sayangnya, gedung tua ini tidak terawat sama sekali. Banyak debu, lampunya remang-remang, sehingga terkesan menyeramkan, deh! 

Apalagi, kalau kamu iseng masuk ke beberapa ruangan tertentu. Aduuuh.. rasanyaa gimanaaaa gitu.. merinding-merinding gitu, deh. 

Oh, iya. Gedung ini sering berganti-ganti pemilik. Pemilik yang terakhir adalah sebuah kantor perusahaan perdagangan. Namun, kantor ini tak bertahan lama. Kantor itu pun pindah. Sejak saat itu, bangunan merah yang disebut Toko Merah ini dibiarkan kosong sampai sekarang.

Eh, enggak semua orang lho bisa masuk ke dalam Toko Merah ini. Waah, sayang sekali ya? Padahal banyak kisah dan keunikan yang dapat diceritakan darinya.

(Pipit/Ervina/Kidnesia/berbagai sumber/Foto: Kidnesia)

comments powered by Disqus